95 Jemaah Umrah Asal Kuningan Tertahan di Bandara Soekarno-Hatta, Publik Soroti Kepastian Layanan Travel Umrah

95 Jemaah Umrah Asal Kuningan Tertahan di Bandara Soekarno-Hatta, Publik Soroti Kepastian Layanan Travel Umrah 1KUNINGAN, kabarSBI.com – Sebanyak 95 calon jemaah umrah asal Kabupaten Kuningan dikabarkan gagal diberangkatkan ke Tanah Suci setelah tertahan di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Peristiwa tersebut memicu kekecewaan para calon jemaah beserta keluarga dan menjadi perhatian luas masyarakat yang mempertanyakan kepastian pelayanan penyelenggara perjalanan ibadah umrah.

Informasi yang dihimpun menyebutkan para calon jemaah merupakan peserta perjalanan umrah yang dijadwalkan berangkat melalui Travel Al-Zamzami. Namun hingga jadwal keberangkatan berlalu, para jemaah dikabarkan belum dapat terbang menuju Arab Saudi dan masih menunggu kejelasan mengenai penyebab penundaan maupun kepastian jadwal keberangkatan berikutnya.

Situasi tersebut menimbulkan keresahan di kalangan keluarga jemaah. Mereka berharap pihak penyelenggara segera memberikan penjelasan resmi, transparan, dan bertanggung jawab agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya memilih Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang memiliki legalitas lengkap, sistem pelayanan yang jelas, serta rekam jejak yang dapat dipertanggungjawabkan.

Di tengah sorotan publik terhadap penyelenggara perjalanan umrah, PT Sinaya Wisata Kuningan menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan pelayanan sesuai prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan dengan mengedepankan keamanan, kenyamanan, serta kepastian keberangkatan jemaah.

Sebelumnya, PT Sinaya Wisata Kuningan sempat diterpa berbagai isu negatif di media sosial, termasuk tudingan sebagai travel bodong. Namun, tudingan tersebut dibantah melalui bukti nyata berupa terlaksananya pemberangkatan pemenang hadiah umrah kegiatan Jalan Santai PGRI Kabupaten Kuningan pada November 2025.

Setelah melalui proses administrasi dan penjadwalan selama kurang lebih sembilan bulan, pemenang hadiah umrah akhirnya berhasil diberangkatkan ke Tanah Suci melalui koordinasi Ketua PGRI Kabupaten Kuningan bersama PT Sinaya Wisata Kuningan. Keberangkatan tersebut menjadi bukti bahwa program yang dijanjikan dapat direalisasikan sesuai mekanisme yang berlaku.

Komitmen PGRI Kabupaten Kuningan di bawah kepemimpinan Ida Suprida, S.Pd., M.M. juga dinilai berhasil mengawal hak anggotanya hingga pemberangkatan hadiah umrah benar-benar terlaksana. Keberhasilan tersebut memperlihatkan bahwa program organisasi tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi diwujudkan melalui langkah nyata yang memberikan manfaat langsung bagi anggota.

Sebagai bentuk penguatan pelayanan ibadah, PGRI Kabupaten Kuningan juga terus mengembangkan Program SIMBA (Simpanan Baitullah) sebagai solusi bagi anggota yang ingin menunaikan ibadah umrah maupun haji dengan perencanaan yang lebih matang, aman, dan berkelanjutan.

Optimisme terhadap program tersebut semakin kuat setelah Ketua PGRI Kabupaten Kuningan bersama jajaran pengurus serta Ketua Satker SIMBA Maman TR, S.Pd., M.Si. beserta tim melakukan kunjungan kerja ke Makkah dan Madinah guna mempelajari sistem pelayanan ibadah serta memperkuat jejaring kerja sama demi memberikan pelayanan terbaik kepada calon jemaah.

Sementara itu, terkait tertundanya keberangkatan 95 calon jemaah umrah asal Kabupaten Kuningan, masyarakat masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak penyelenggara mengenai penyebab pasti penundaan, langkah penyelesaian yang ditempuh, serta kepastian keberangkatan para jemaah. Keterbukaan informasi dinilai menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah.

 

(tim/red)