Agung Sulistio Tegas: “Jurnalis Jangan Takut, Suarakan Kebenaran Meski Kekuasaan Menekan!”

Agung Sulistio Tegas: “Jurnalis Jangan Takut, Suarakan Kebenaran Meski Kekuasaan Menekan!” 1JAKARTA, kabarSBI.com – Pada hari kamis tgl 6 November 2025,Pimpinan Redaksi Sahabat Bhayangkara Indonesia (Kabarsbi.com), Agung Sulistio, menyatakan sikap tegas agar insan pers di seluruh Indonesia tidak gentar menghadapi tekanan kekuasaan. Ia menegaskan, jurnalis memiliki mandat moral dan hukum untuk menyuarakan kebenaran serta melawan segala bentuk pembungkaman terhadap kebebasan pers.

Agung, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Gabungan Media Online Cetak Ternama (GMOCT) dan Ketua II Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI), menilai bahwa pers merupakan benteng terakhir demokrasi yang tidak boleh dikendalikan oleh kekuasaan, jabatan, maupun kepentingan tertentu.

“Kebenaran tidak boleh dikalahkan oleh tekanan. Jurnalis harus berani bersuara, karena suara pers adalah suara rakyat. Jangan biarkan kekuasaan membungkam pena dan pikiran yang bebas,” tegas Agung Sulistio dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (6/11).

Ia juga mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik memberikan jaminan hukum terhadap kebebasan pers dan hak publik untuk tahu. Karena itu, segala bentuk intimidasi atau intervensi terhadap jurnalis adalah pelanggaran terhadap konstitusi.

Lebih jauh, Agung menyoroti pentingnya kolaborasi antara media dan masyarakat untuk menjaga transparansi serta menegakkan keadilan. Sebagai Ketua II DPP LPK-RI, ia memastikan lembaganya akan terus hadir membela kepentingan konsumen dan memberikan perlindungan bagi masyarakat yang dirugikan.

“Kami di LPK-RI selalu siap turun tangan membantu masyarakat. Sama halnya dengan jurnalis, kami berdiri untuk kebenaran dan keadilan,” ujarnya.

Agung juga mengajak seluruh awak media untuk tetap menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, menjaga independensi, serta mengedepankan profesionalisme di tengah derasnya arus informasi dan tekanan politik.

“Media bukan alat kepentingan, tapi cermin nurani publik. Jangan tunduk pada jabatan, jangan takut pada kekuasaan. Selama berpihak pada kebenaran, pers akan selalu menang,” pungkasnya dengan tegas.