JAKARTA, kabarSBI.com – Agung Sulistio selaku Pimpinan Redaksi Sahabat Bhayangkara Indonesia kabarsbi.com menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas rentetan bencana alam yang kembali melanda berbagai wilayah di Indonesia. Musibah tersebut dinilai telah membawa dampak serius bagi kehidupan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan masyarakat, Pada Minggu, 18 Januari 2026,
Sebagai Ketua Umum Gabungan Media Online Cetak Ternama (GMOCT), Agung Sulistio menegaskan bahwa meningkatnya frekuensi bencana alam harus menjadi perhatian bersama. Ia menilai perlunya kesadaran kolektif dan langkah strategis yang lebih terukur dalam upaya mitigasi serta penanganan bencana secara berkelanjutan.
Banjir dan longsor hingga kini masih melanda sejumlah wilayah di Sumatera dan Aceh, yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan terganggunya aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut memaksa banyak warga mengungsi dan hidup dalam keterbatasan di tengah situasi darurat.
Di Pulau Jawa, beberapa titik di wilayah Jawa Tengah juga dilaporkan mengalami longsor dan banjir akibat curah hujan yang tinggi. Kerentanan wilayah serta pengelolaan lingkungan yang belum optimal dinilai turut memperparah dampak bencana yang terjadi.
Sementara itu, Jakarta kembali menghadapi banjir di sejumlah lokasi. Peristiwa yang berulang ini mempertegas pentingnya pembenahan tata kota, sistem drainase, dan kebijakan lingkungan yang berpihak pada keselamatan serta kenyamanan masyarakat.
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua II DPP Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI), Agung Sulistio turut menyoroti dampak lanjutan bencana terhadap pemenuhan hak-hak dasar masyarakat. Ia menekankan bahwa negara memiliki kewajiban untuk memastikan perlindungan, akses kebutuhan pokok, serta layanan kesehatan bagi warga terdampak.
Menutup pernyataannya, Agung Sulistio mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian kemanusiaan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, aparat, media, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam membangun ketangguhan nasional menghadapi tantangan bencana alam yang semakin kompleks.
(red)




