PEMALANG, kabarSBI.com – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 07 Klareyan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, menuai sorotan. Menu makanan yang dibagikan kepada siswa diduga belum memenuhi standar gizi yang layak bagi anak usia sekolah dasar.
Hal tersebut disampaikan Dino Indra Prihatma sebagai pemerhati, dalam keterangannya pada Kamis, 5 Maret 2026. Ia menilai menu MBG yang diberikan kepada siswa perlu dievaluasi karena tidak mencerminkan prinsip gizi seimbang.
Berdasarkan informasi yang diterima, menu yang dibagikan kepada siswa hanya terdiri dari jeruk, roti, serta kacang telur.
Menurut Dino, program makanan bergizi di lingkungan pendidikan semestinya memenuhi unsur karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral secara seimbang serta memiliki kualitas dan porsi yang memadai bagi kebutuhan tumbuh kembang anak.
Menu MBG tersebut diketahui disuplai melalui SPPG 2 Klareyan yang berada di bawah pengelolaan Yayasan Huwa Nusantara.
Dino mengaku prihatin apabila menu yang diberikan kepada siswa tidak sesuai dengan standar gizi yang diharapkan dari program pemerintah tersebut.
“Program Makan Bergizi Gratis seharusnya benar-benar memberikan manfaat bagi kesehatan dan pertumbuhan anak. Karena itu, jika ditemukan menu yang tidak memenuhi prinsip gizi seimbang, maka perlu dilakukan evaluasi secara serius,” ujarnya.
Secara hukum, pelaksanaan program pemberian makanan di sekolah mengacu pada Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, yang menegaskan bahwa setiap anak berhak memperoleh asupan gizi yang cukup dan seimbang.
Selain itu, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak juga menegaskan kewajiban pemerintah dan pihak terkait untuk menjamin terpenuhinya hak anak atas kesehatan, kelangsungan hidup, serta perkembangan yang optimal.
Dino menegaskan bahwa apabila dalam pelaksanaan program MBG ditemukan adanya kelalaian atau ketidaksesuaian standar, maka perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pihak penyedia makanan, termasuk pengelola SPPG 2 Klareyan di bawah naungan Yayasan Huwa Nusantara.
Ia berharap pemerintah daerah bersama dinas terkait dapat melakukan pengawasan lebih ketat agar pelaksanaan program MBG benar-benar sesuai dengan tujuan awalnya, yakni meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak-anak sekolah.
(dino/red)




