
PALANGKA RAYA, kabarSBI.com — Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dilanda kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas. Sejumlah ikon dan landmark kota dilaporkan tertutup asap hingga nyaris tidak terlihat. Kondisi tersebut menjadi sorotan dalam pemberitaan Kabar Pagi tvOneNews karena berdampak terhadap jarak pandang, aktivitas masyarakat, dan kesehatan warga.
Kabut asap diduga berasal dari meluasnya kebakaran hutan dan lahan yang diperparah musim kemarau panjang serta angin kencang. Asap dari sejumlah titik kebakaran terbawa angin hingga menyelimuti kawasan perkotaan. Akibatnya, jarak pandang di sejumlah ruas jalan menurun, terutama pada pagi hari, sehingga pengendara diimbau menyalakan lampu utama dan meningkatkan kewaspadaan untuk menghindari kecelakaan.
Dampak kabut asap juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat. Paparan asap kebakaran berpotensi meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), khususnya pada anak-anak dan lanjut usia. Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker yang sesuai, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gangguan pernapasan.
Sementara itu, tim gabungan penanggulangan karhutla yang melibatkan BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus berupaya memadamkan api di sejumlah titik. Petugas menghadapi kendala berupa medan lahan gambut yang sulit dijangkau serta terbatasnya sumber air akibat kekeringan. Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman membutuhkan penanganan intensif dan koordinasi lintas instansi.
Kabut asap turut memengaruhi aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Sejumlah pedagang dilaporkan mengalami penurunan aktivitas karena warga membatasi kegiatan di luar rumah. Selain itu, gangguan jarak pandang berpotensi memengaruhi operasional penerbangan di bandara setempat. Namun, informasi mengenai jumlah penerbangan yang terdampak masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.
Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum diharapkan terus memperkuat upaya pencegahan, pemadaman, dan penindakan terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan. Masyarakat juga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar. Upaya pemulihan kondisi udara diharapkan dapat segera terwujud melalui penanganan terpadu, dukungan masyarakat, dan turunnya hujan agar aktivitas warga kembali berjalan normal. (red)
#KabutAsap #PalangkaRaya #Karhutla #KalimantanTengah #KebakaranHutan #KebakaranLahan #BencanaKabutAsap #KualitasUdara #ISPA #PenanggulanganKarhutla #LingkunganHidup #kabarSBIcom




