
“Jangan pernah merasa hebat karena jabatanmu sekarang. Hidup ini semua ada masanya. Ketika waktumu habis, yang tersisa bukan pangkat atau kekayaan, tapi jejak adab dan perilakumu,” tegas Agung Sulistio.
Menurutnya, saat ini banyak orang yang naik jabatan tetapi justru turun adab. Fenomena tersebut, kata Agung, mencerminkan kemunduran moral yang berbahaya, di mana kesombongan dan arogansi mulai menggantikan etika dan empati dalam kehidupan sosial.
“Kesombongan hanya akan menjerumuskan. Jabatan adalah amanah, bukan alat untuk meninggikan diri. Harta adalah titipan, bukan alasan untuk merendahkan orang lain,” ujarnya.
Agung juga menyoroti pentingnya menjaga akhlak sebagai dasar kehidupan beriman. Ia mengingatkan bahwa setiap ajaran agama mengutamakan kerendahan hati dan menolak kesombongan.
“Tuhan tidak menilai seberapa tinggi pangkatmu, tapi seberapa tulus hatimu saat memegangnya,” tambahnya.
Dalam penutup pesannya, Agung Sulistio memberikan peringatan tegas bagi siapa pun yang terlena oleh kekuasaan dan kemewahan.
“Ketika adab hilang, kehormatan ikut terkubur. Dan ketika kesombongan berkuasa, kehancuran hanya menunggu waktu,” kata Agung.
Pernyataan Agung ini menjadi pengingat kuat bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang tengah memegang posisi strategis, agar tidak terjebak dalam euforia kekuasaan dan kemewahan. Ia menegaskan bahwa kemuliaan sejati tidak terletak pada jabatan atau harta, melainkan pada akhlak dan adab dalam memperlakukan sesama manusia.