Agung Sulistio: “Jangan Ukur Hidupmu dengan Kebahagiaan Orang Lain”

Agung Sulistio: “Jangan Ukur Hidupmu dengan Kebahagiaan Orang Lain” 1JAKARTA, kabarSBI.com – Pimpinan Redaksi Sahabat Bhayangkara Indonesia (SBI), Agung Sulistio, menyampaikan pesan reflektif yang menginspirasi banyak kalangan. Dalam pernyataannya, Agung mengingatkan masyarakat untuk tidak mengukur hidup dengan kebahagiaan orang lain, sebab setiap manusia memiliki jalan dan takdir kebahagiaannya masing-masing.

“Jangan pernah mengukur hidup kita dengan kebahagiaan orang lain. Karena tiap kehidupan memiliki ukuran kebahagiaannya sendiri. Di setiap perjuangan, Allah membentuk kepribadianmu menjadi lebih baik. Di setiap kesulitan, Allah mengukirmu menjadi manusia yang lebih kuat,” ujar Agung Sulistio dalam pernyataannya, Kamis (23/10).

Agung menegaskan, setiap tantangan hidup merupakan proses pembentukan diri yang telah ditetapkan oleh Tuhan. Menurutnya, penderitaan dan kesulitan hidup bukanlah akhir, melainkan sarana untuk memperbaiki kepribadian dan memperkuat mental spiritual seseorang. “Di setiap air mata yang mengalir, Allah menjadikanmu pribadi yang lebih lembut,” lanjutnya. Pesan ini dinilai relevan di tengah maraknya fenomena tekanan sosial akibat gaya hidup digital yang sering menampilkan standar kebahagiaan semu di media sosial.

Dalam konteks hukum dan perlindungan hak warga negara, pesan Agung sejalan dengan Pasal 28G ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945, yang menjamin hak setiap orang untuk hidup sejahtera lahir dan batin tanpa tekanan sosial. Selain itu, Pasal 3 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia juga menegaskan hak individu untuk mengembangkan potensi, martabat, dan jati dirinya. Pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa bahkan telah menempatkan kesehatan mental sebagai bagian penting dari kesejahteraan nasional. Pandangan Agung dinilai selaras dengan semangat regulasi tersebut, yaitu menumbuhkan kesadaran masyarakat agar menghargai diri sendiri tanpa harus membandingkan hidup dengan orang lain.

“Setiap kesulitan yang kamu lalui memiliki tujuan yang jelas. Percayalah pada Allah dan percayalah pada prosesnya. Dia bersamamu di sepanjang perjalanan,” tutup Agung Sulistio. Sebagai pimpinan redaksi Sahabat Bhayangkara Indonesia (SBI), Agung kerap menyuarakan nilai-nilai moral dan spiritual dalam pemberitaan. Ia menilai bahwa jurnalisme bukan sekadar menyampaikan fakta, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk memperkuat karakter bangsa melalui pesan moral dan nilai kemanusiaan.