PEMALANG, kabarSBI.com – Agung Sulistio, pimpinan redaksi kabarsbi.com, kembali menegaskan pentingnya sinergi kepemimpinan di daerah, khususnya antara bupati dan wakil bupati. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh program dan anggaran, tetapi juga oleh soliditas pimpinan daerah dalam menerjemahkan visi menjadi kerja nyata bagi masyarakat.
Selain berkiprah di dunia pers, Agung Sulistio juga menjabat sebagai Ketua Gabungan Media Online Cetak Ternama (GMOCT). Dalam kapasitas tersebut, ia menilai bahwa media memiliki tanggung jawab moral untuk mendorong tata kelola pemerintahan yang sehat, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik, termasuk mengingatkan kepala daerah agar tidak terjebak konflik internal.
Agung menegaskan bahwa bupati dan wakil bupati adalah satu kesatuan kepemimpinan yang dipilih langsung oleh rakyat. Karena itu, perbedaan pandangan seharusnya diselesaikan secara dewasa dan institusional, bukan dipertontonkan ke ruang publik. Ketidakharmonisan, menurutnya, hanya akan menciptakan stagnasi pembangunan dan menurunkan kepercayaan masyarakat.
Sebagai Ketua II DPP Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI), Agung juga menyoroti dampak langsung disharmoni pimpinan daerah terhadap pelayanan publik.
Ketika kebijakan tidak sejalan, masyarakat sebagai “konsumen” layanan negara yang paling dirugikan, mulai dari lambannya birokrasi hingga tidak optimalnya perlindungan hak-hak dasar warga.
Ia menilai, sinergi kepemimpinan akan mempercepat pengambilan keputusan strategis, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memastikan program pembangunan tepat sasaran. Tantangan seperti kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan sosial membutuhkan kepemimpinan yang solid, bukan saling menegasikan peran dan kewenangan.
Agung juga mengingatkan bahwa birokrasi daerah sangat bergantung pada keteladanan pimpinan. Jika bupati dan wakil bupati kompak dan satu arah, maka aparatur di bawahnya akan bekerja lebih profesional dan fokus pada target kinerja. Sebaliknya, konflik di pucuk pimpinan berpotensi menciptakan kebingungan dan melemahkan disiplin organisasi.
Ia berharap para pejabat daerah mampu menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan politik pribadi. Sinergi yang kuat, tegas Agung Sulistio, adalah fondasi utama untuk mewujudkan daerah yang maju, berdaya saing, serta masyarakat yang sejahtera dan terlindungi hak-haknya.
(red)




