
kabarSBI.com – Konsep pembangunan ibu kota baru sebagai sebuah smart metropolis sudah mulai dilirik dan diperhatikan oleh dunia, bahkan negara-negara sahabat mulai menyampaikan ketertarikan untuk bekerja sama serta terlibat dalam pembangunan. Hal tersebut diungkapkan Presiden Jokowi pada Rapat Terbatas (ratas) mengenai Lanjutan Pembahasan Perpindahan Ibu Kota Negara, Rabu (26/2), di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta.
“Di antara negara-negara tersebut, terakhir kemarin saya menerima tamu dari Korea Selatan yang juga sudah memiliki pengalaman dalam membangun ibu kota baru yang smart dan green,” ujar Presiden.
Ketertarikan ini, menurut Presiden, merupakan sebuah sinyal yang bagus sehingga perlu disiapkan detail-detail proses kerja sama antara Indonesia dengan negara lain dan minta dilakukan langkah-langkah percepatan. Pada kesempatan tersebut, Presiden juga meminta dipaparkan hasil pra-masterplan dan hasil KLHS, termasuk penentuan lokasi Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) sehingga bisa segera masuk ke yang lebih detail.
Turut hadir dalam ratas kali ini Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B Panjaitan, Menko Polhukam Mahfud MD, Menko Perekonomian, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, KSP Moeldoko, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Menaker Ida Fauziah, Menkeu Sri Mulyani, Mendag Agus Suparmanto, Menhub Budi Karya Sumadi, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil. Selain itu, hadir pula Menparekraf Wishnutama, Menkumham Yasonna H Laoly, Mendikbud Nadiem Makarim, Menkominfo Jhonny G. Plate, Menteri BUMN Erick Thohir, Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jendera Idham Aziz, Kepala BPKP Yusuf Ateh, dan para eselon satu di lembaga Kepresidenan.(priyanto/hat)