CIAMIS, kabarSBI.com — Kamis, 3 September 2026. Dugaan ketidaksesuaian pengelolaan data pendidikan di SMK IT Al-Ihya Ciamis kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah keluhan dan tudingan beredar luas di media sosial.
Sorotan tersebut tidak hanya berkaitan dengan dugaan ketidaksesuaian Data Pokok Pendidikan (Dapodik), tetapi juga menyangkut keluhan mengenai pembayaran hak tenaga pendidik. Sejumlah akun yang mengaku sebagai alumni dan mantan guru turut menyampaikan pengalaman mereka melalui media sosial.
Berbagai kesaksian tersebut kini memunculkan pertanyaan publik mengenai transparansi dan tata kelola SMK IT Al-Ihya. Namun, seluruh tudingan dan kesaksian yang beredar masih perlu diverifikasi melalui pemeriksaan serta klarifikasi resmi dari pihak sekolah dan instansi yang berwenang.
Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XIII Ciamis didorong segera melakukan verifikasi terhadap data Dapodik serta menindaklanjuti berbagai keluhan yang muncul. Pemeriksaan secara objektif diperlukan untuk memastikan apakah data administrasi sekolah telah sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.
Publik juga menunggu klarifikasi resmi dari pihak SMK IT Al-Ihya terkait dugaan keterlambatan pembayaran gaji guru dan persoalan administrasi lainnya yang disampaikan oleh sejumlah warganet. Jika tudingan tersebut tidak benar, pihak sekolah tentu memiliki kesempatan untuk memberikan penjelasan dan menunjukkan data pendukung.
Sebaliknya, apabila pemeriksaan resmi menemukan adanya pelanggaran, maka pihak yang bertanggung jawab harus diberikan tindakan sesuai ketentuan yang berlaku. Persoalan ini dinilai penting karena menyangkut kredibilitas pengelolaan lembaga pendidikan serta hak para tenaga pendidik.
Kini publik menunggu langkah konkret KCD Pendidikan Wilayah XIII Ciamis: apakah berbagai keluhan yang ramai di media sosial hanya sebatas tudingan, atau justru menjadi pintu masuk untuk mengungkap persoalan tata kelola yang selama ini belum terungkap?
(tim/red)




