JAKARTA, kabarSBI.com – Meningkatnya tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat menjadi perhatian serius Pimpinan Redaksi KabarSBI.com, Agung Sulistio. Menurutnya, kondisi saat ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah, sedang menghadapi tantangan berat akibat tingginya biaya hidup yang tidak sebanding dengan kemampuan pendapatan yang mereka peroleh, 23 Juni 2026.
Dalam sejumlah kunjungan dan interaksi langsung dengan masyarakat, Agung Sulistio mengaku menerima banyak keluhan dari berbagai lapisan warga. Mulai dari pedagang kecil, pekerja harian, kuli bangunan, hingga pelaku usaha mikro mengeluhkan semakin sulitnya kondisi ekonomi yang mereka hadapi dalam beberapa waktu terakhir. Keluhan tersebut menunjukkan adanya tekanan yang nyata terhadap daya beli dan kemampuan ekonomi masyarakat akar rumput.
Para pedagang usaha kecil mengaku mengalami penurunan omzet akibat berkurangnya daya beli masyarakat. Di sisi lain, harga bahan baku dan biaya operasional usaha terus mengalami kenaikan. Kondisi tersebut membuat keuntungan yang diperoleh semakin tipis, bahkan tidak sedikit pelaku usaha yang mengaku kesulitan mempertahankan usahanya agar tetap berjalan.
Keluhan serupa juga datang dari para kuli bangunan dan pekerja harian lepas. Mereka mengaku semakin sulit mendapatkan pekerjaan secara rutin. Jika sebelumnya pekerjaan konstruksi dan proyek pembangunan cukup mudah ditemukan, kini sebagian pekerja mengaku harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan panggilan kerja. Dampaknya, pendapatan keluarga menjadi tidak menentu, sementara kebutuhan hidup terus meningkat.
Selain kebutuhan pokok rumah tangga, biaya pendidikan anak juga menjadi salah satu beban yang banyak dikeluhkan masyarakat. Orang tua harus menyiapkan biaya seragam sekolah, perlengkapan belajar, transportasi, hingga kebutuhan pendidikan lainnya. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, pengeluaran tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga yang memiliki lebih dari satu anak usia sekolah.
Agung Sulistio menilai pemerintah pusat maupun pemerintah daerah perlu memberikan perhatian lebih terhadap kondisi riil yang dihadapi masyarakat kecil. Program penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan UMKM, pengendalian harga kebutuhan pokok, serta dukungan terhadap sektor informal harus menjadi prioritas agar masyarakat memiliki kesempatan untuk meningkatkan taraf hidupnya secara berkelanjutan.
Menurutnya, pembangunan yang berhasil bukan hanya terlihat dari angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan rakyat memenuhi kebutuhan hidup secara layak. “Ketika pedagang kecil mengeluh dagangannya sepi, ketika kuli bangunan kesulitan mendapatkan pekerjaan, dan ketika orang tua bingung memenuhi kebutuhan sekolah anaknya, maka kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius bagi para pemangku kebijakan,” ujar Agung Sulistio.
Ia menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan kebijakan yang konkret dan tepat sasaran, bukan sekadar program yang hanya terlihat baik di atas kertas. Pemerintah diharapkan mampu menghadirkan solusi yang mampu menggerakkan ekonomi rakyat, memperluas kesempatan kerja, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, serta memberikan harapan baru bagi jutaan masyarakat kecil yang saat ini sedang berjuang mempertahankan kehidupan dan masa depan keluarganya.
(red)




