
Dino menegaskan, pesta demokrasi di tingkat desa harus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menggunakan hak pilih secara bebas dan bertanggung jawab. Setiap warga, menurutnya, berhak menentukan pilihannya berdasarkan hati nurani tanpa tekanan maupun paksaan dari pihak mana pun.
“Ini pesta demokrasi. Silakan berbeda pilihan, tetapi jangan sampai perbedaan pilihan memecah persahabatan, persaudaraan, bahkan kerukunan yang selama ini sudah terbangun di Desa Klareyan,” tegas Dino.
Menurut Dino, perbedaan pilihan merupakan sesuatu yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Kontestasi akan berakhir setelah proses pemilihan selesai, tetapi hubungan antartetangga, persahabatan, kekeluargaan, dan persaudaraan akan terus berlangsung. Karena itu, kepentingan menjaga kerukunan masyarakat harus ditempatkan di atas persaingan politik sesaat.
Dino juga mengajak masyarakat Desa Klareyan, Kecamatan Petarukan, agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, kampanye yang berpotensi menimbulkan permusuhan, maupun tindakan yang dapat memperkeruh suasana. Demokrasi yang sehat, menurutnya, harus berjalan dengan saling menghormati pilihan masing-masing serta memberikan kesempatan kepada masyarakat menentukan pemimpinnya secara damai.
Dino berharap pesta demokrasi di Desa Klareyan nantinya berlangsung aman, tertib, jujur, dan tetap menjaga persatuan masyarakat. Dukungan boleh berbeda dan pilihan boleh tidak sama, tetapi persahabatan serta persaudaraan jangan sampai menjadi korban. Baginya, demokrasi seharusnya menjadi sarana memperkuat kebersamaan masyarakat Desa Klareyan, bukan meninggalkan perpecahan setelah pesta demokrasi berakhir.
(dino/red)