oleh

Dirreskrimsus Polda Papua Barat Tetapkan Ketua PBVSI Papua Barat Sebagai Tersangka Korupsi Dana Hibah

-Daerah, Hukum, Nasional-4072 Dilihat

Dirreskrimsus Polda Papua Barat Tetapkan Ketua PBVSI Papua Barat Sebagai Tersangka Korupsi Dana Hibah 1PAPUA BARAT, kabarSBI.com – Dirreskrimsus Polda Papua Barat tetapkan Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Provinsi Papua Barat Mozes Rudy Frans Timisela sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi dana hibah tahun 2020.

Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes. Pol. Ongky Isgunawan, S.I.K., mengatakan bahwa dana hibah cabang olahraga voli yang dikucurkan pemerintah provinsi sebanyak Rp1,5 miliar, Sabtu (9/3/24).

“Tersangka diduga telah melakukan penyalahgunaan dana hibah,” ujar Kombes. Pol. Ongky Isgunawan.

Kombes. Pol. Ongky Isgunawan menjelaskan bahwa penetapan status tersangka oleh penyidik dilakukan melalui proses gelar perkara yang merujuk pada sejumlah alat bukti pemeriksaan.

Salah satunya yaitu hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara dari auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Papua Barat.

“Sesuai hasil audit BPKP ditemukan adanya kerugian negara sebanyak Rp1,4 miliar lebih,” ungkap Kombes. Pol. Ongky Isgunawan.

Kombes. Pol. Ongky Isgunawan menambahkan bahwa Mozes Rudy Frans Timisela telah ditahan di Rutan Polda Papua Barat selama 20 hari sesuai surat perintah penahanan nomor SP.Han/02/III/RES 3.3/2024/Ditreskrimsus tertanggal 8 Maret 2024.

Penahanan tersangka bermaksud untuk mendukung proses penyidikan dan pemenuhan berkas perkara untuk segera dilimpahkan ke penyidik Kejaksaan Tinggi Papua Barat.

“Tersangka sudah ditahan selama 20 hari ke depan terhitung sejak tanggal 8 Maret 2024,” ujar Kombes. Pol. Ongky Isgunawan.

Kombes. Pol. Ongky Isgunawan juga menjelaskan upaya pemberantasan terhadap tindak pidana korupsi di wilayah Papua Barat, membutuhkan konsistensi kerja sama dan dukungan dari semua elemen terkait.

Kepolisian tidak hanya fokus pada penerapan hukum yang maksimal, melainkan penyelamatan kerugian uang negara untuk dikembalikan ke kas negara.

“Ini sejalan dengan komitmen Kapolda Papua Barat Irjen Pol Johnny Eddizon Isir,” tutup Kombes. Pol. Ongky Isgunawan.

(ri/sufa/red)

Kabar Terbaru