DISDIKBUD KUNINGAN TAMPIL SEBAGAI PESERTA TERBANYAK DAN TERPANJANG DALAM CARNAVAL BUDAYA 2025; TUNJUKKAN KEKOMPAKAN & KOMITMEN PENDIDIKAN BERBASIS BUDAYA

DISDIKBUD KUNINGAN TAMPIL SEBAGAI PESERTA TERBANYAK DAN TERPANJANG DALAM CARNAVAL BUDAYA 2025; TUNJUKKAN KEKOMPAKAN & KOMITMEN PENDIDIKAN BERBASIS BUDAYA 1

Kuningan, kabarSBI- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan mencatatkan sejarah sebagai peserta terbanyak dan terpanjang dalam gelaran Carnaval Budaya Kabupaten Kuningan tahun 2025 dalam rangka memperingati hari jadi Kuningan ke 527, dengan jumlah peserta hampir 3.000 orang. Keterlibatan besar ini memperlihatkan kekompakan, solidaritas, dan semangat kolaboratif seluruh insan pendidikan dalam mengusung nilai-nilai budaya sebagai penguat karakter.

Rombongan Disdikbud terdiri dari pejabat struktural eselon III dan IV, subkoordinator, koordinator wilayah (korwil), penilik, pamong budaya, serta organisasi mitra pendidikan seperti Dewan Pendidikan, PGRI, MKKS SMP, K3S, IGTKI, HIMPAUDI, dan seluruh insan pendidikan yang menyatu dalam satu gerakan besar bertema: “Pendidikan Ngarojong Budaya, Budaya Ngawujudkeun Karakter”.

Dalam karnaval ini, Disdikbud menampilkan berbagai program unggulan sebagai bentuk konkret penerapan pendidikan berkarakter di Kabupaten Kuningan, antara lain:

1. Gerbang Mudikku

Program ini mengedepankan keterlibatan langsung pimpinan daerah dalam dunia pendidikan melalui:

Pimda Nyawah (Pimpinan Daerah Menyapa Siswa di Sekolah) yaitu Sebuah inisiatif di mana Bupati, Wakil Bupati, dan pejabat daerah turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan motivasi dan menyerap aspirasi peserta didik serta tenaga pendidik.

Gerbang Berkah (Gerakan Membangun Kebersamaan yang Agamis di Sekolah) yaitu Menghidupkan nilai-nilai keagamaan dan spiritualitas dalam aktivitas belajar mengajar, memperkuat moral dan etika siswa.

MTE (Mini teater educatif) yaitu Media pembelajaran inovatif yang menayangkan film-film edukatif untuk memperkuat karakter, literasi, dan pendidikan nilai secara visual dan menyenangkan, dengan jumlah pengunjung sampai bulan September 2025 sebanyak 27.189 pengunjung.

2. Sekolah Keren, Pendidikan Melesat

Disdikbud juga memperkenalkan inovasi berkelanjutan yang dilaksanakan secara masif, yaitu:

Rehabilitasi Ruang Kelas (Upaya pemerintah dalam menciptakan ruang belajar yang aman dan nyaman).

Pagiku Cerahku (Gerakan sapa pagi antara guru dan siswa sebagai bentuk pembiasaan positif dan penguatan hubungan emosional).

Rumah Guru (Ruang khusus untuk peningkatan kompetensi dan akhlak guru).

English Day (Program pembiasaan berbahasa Inggris secara terjadwal untuk meningkatkan kompetensi global siswa).

Muatan Lokal Gunung Ciremai (Integrasi kearifan lokal Gunung Ciremai ke dalam kurikulum sebagai upaya pelestarian budaya dan lingkungan).

Keseluruhan program tersebut ditampilkan dalam bentuk atraksi seni dan budaya, seperti tarian tradisional, busana adat, dan berbagai penampilan kreatif dari siswa dan guru, menggambarkan sinergi antara pendidikan dan pelestarian budaya lokal.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan (U. Kusmana, S.Sos., M.Si) dalam pernyataannya menyampaikan “Keterlibatan luar biasa Disdikbud Kuningan dalam karnaval budaya ini merupakan refleksi dari semangat kolektif seluruh insan pendidikan. Kami ingin menunjukkan bahwa pendidikan yang kuat harus berpijak pada budaya lokal yang luhur. Inilah bentuk nyata dari pendidikan yang berkarakter”.

Beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pejabat struktural Disdikbud Kuningan (Sekdis, Para Kabid, Kasi, Kasubag, Subkor, dan Staff) seluruh insan pendidikan, para mitra organisasi, pimpinan daerah, kepala sekolah, guru, siswa, dan masyarakat Kuningan yang telah memberikan dukungan luar biasa terhadap kegiatan dan kemajuan Disdikbud selama ini.

Tak hanya menampilkan program unggulan, Disdikbud Kuningan juga menggunakan momentum ini untuk mempublikasikan berbagai prestasi membanggakan, di antaranya:

Raihan Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Tertinggi se-Jawa Barat kategori Kabupaten dengan skor 81,18 (Tuntas Madya), membuktikan kualitas layanan pendidikan yang optimal.

Pelayanan Publik Terbaik dalam program 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Kuningan berdasarkan hasil survey Jamparing Research.

Prestasi individu dan kelembagaan yang berhasil diraih oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kuningan di tingkat daerah maupun nasional (Penghargaan Program Pimda Nyawah dari BBPMP Jawa Barat, Penghargaan sebagai PNS Berprestasi Tingkat Kabupaten Kuningan (Kategori Inovatif 2024) dari Bupati Kuningan, Finalis PNS Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat 2024 (Kategori Inovatif) dari Gubernur Jawa Barat, Penghargaan Konsistensi Publikasi Peningkatan Mutu Pendidikan (2024) dari BBPMP Jawa Barat, Penghargaan Inovasi Terbaik Se-Jawa Barat untuk Program MTE (Mini Teater Edukatif) dari BBPMP Jawa Barat, Penghargaan sebagai Kepala Dinas Pendidikan Dedikatif dari BBGP Jawa Barat, Penghargaan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) menjadi Pembina Utama Madya (IV/d) dari BKN RI.

Partisipasi Disdikbud Kuningan dalam karnaval budaya ini disambut dengan antusiasme tinggi dari masyarakat. Riuh tepuk tangan, sorak sorai, dan sambutan hangat masyarakat sepanjang rute karnaval menjadi bukti bahwa pendidikan dan budaya adalah dua pilar utama dalam membangun peradaban Kabupaten Kuningan yang berdaya saing dan berkarakter.