GAMAS Kecam Pengerudukan Rumah Wartawan di Kuningan: “Jangan Biarkan Premanisme Berkedok Ormas Tumbuh Subur”

GAMAS Kecam Pengerudukan Rumah Wartawan di Kuningan: “Jangan Biarkan Premanisme Berkedok Ormas Tumbuh Subur” 1KUNINGAN, kabarSBI.com – Gerakan Anti Maksiat (GAMAS) Kabupaten Kuningan mengecam keras aksi pengerudukan rumah seorang wartawan, Dadan Sudrajat, yang dilakukan oleh sekelompok massa dengan mengatasnamakan organisasi kemasyarakatan (ormas). Tindakan tersebut dinilai bukan lagi bentuk penyampaian aspirasi, melainkan sudah mengarah pada intimidasi dan teror terhadap kebebasan warga negara, Kamis 28/5/2026.

Ketua GAMAS Kabupaten Kuningan, Ustadz Iing Sholihin, menilai bahwa sekelompok orang yang mendatangi kediaman wartawan tersebut lebih pantas disebut gerombolan ketimbang tamu yang beretika. Kedatangan mereka yang disertai ucapan kasar, tekanan verbal, serta nada ancaman dinilai berpotensi kuat memancing konflik dan keresahan di tengah masyarakat.

“Kalau memang merasa dirugikan oleh pemberitaan, negara ini punya mekanisme hukum. Ada hak jawab, ada Dewan Pers, ada jalur pengadilan. Bukan malah datang bergerombol ke rumah orang seperti hendak menghakimi. Ini cara-cara yang mencederai hukum dan demokrasi,” tegas Ustadz Iing dalam pernyataan resminya.

Kritik Terhadap Mentalitas Premanisme

Ustadz Iing juga mempertanyakan mentalitas pihak-pihak yang membawa nama organisasi namun bertindak layaknya preman jalanan. Menurutnya, tindakan arogan seperti itu justru memperburuk citra organisasi masyarakat di mata publik karena menggunakan tekanan massa untuk menakut-nakuti seseorang.

Ia menegaskan, pengerudukan rumah pribadi seorang jurnalis merupakan preseden buruk yang tidak boleh dianggap sepele. Jika dibiarkan tanpa tindakan tegas, budaya intimidasi terhadap insan pers dan masyarakat kritis akan semakin tumbuh subur di Kabupaten Kuningan.

“Jangan sampai Kuningan dipenuhi praktik premanisme berkedok ormas. Hari ini wartawan didatangi ramai-ramai, besok bisa aktivis, ulama, atau masyarakat biasa yang berbeda pendapat ikut menjadi korban intimidasi,” ujarnya memperingatkan.

Desak Kepolisian Bertindak Tegas

Menyikapi situasi ini, GAMAS Kabupaten Kuningan mendesak aparat kepolisian untuk bertindak cepat, tegas, dan profesional dalam menangani laporan terkait insiden tersebut. Ustadz Iing meminta agar tidak ada pembiaran terhadap aksi-aksi yang mengarah pada ancaman dan tekanan massa.

Langkah tegas dari kepolisian dinilai sangat krusial karena sejalan dengan semangat penegakan hukum yang digaungkan pemerintah serta instruksi Kapolri dalam memberantas segala bentuk premanisme.

Sebagai penutup, GAMAS mengingatkan bahwa kebebasan pers dan rasa aman setiap warga negara harus dijaga sepenuhnya. Negara tidak boleh kalah oleh kelompok-kelompok yang mencoba membangun ketakutan di masyarakat melalui aksi massa dan intimidasi verbal.

 

(tim red)