JEMBER, kabarSBI.com – Gunawan, Kepala Biro Sahabat Bhayangkara Indonesia (SBI) Jember yang juga merupakan warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), memohon doa restu kepada ibu kandungnya sebagai bentuk bakti dan penghormatan kepada orang tua. Momen penuh haru tersebut menjadi wujud bahwa setiap langkah perjuangan dan pengabdian akan lebih bermakna dengan iringan doa dari seorang ibu, Pada hari Selasa, 30 Juni 2026.
Sebagai Kabiro SBI Jember, Gunawan menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, independen, serta berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Menurutnya, media memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Di sisi lain, sebagai warga PSHT, Gunawan mengaku senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan, budi pekerti luhur, serta pengabdian kepada masyarakat. Baginya, nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting dalam membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat serta menjaga sikap rendah hati dalam kehidupan sehari-hari.
Gunawan menyampaikan bahwa doa restu ibu kandung merupakan sumber kekuatan moral yang tidak ternilai. Ia berharap setiap langkah pengabdian yang dijalankan, baik sebagai insan pers maupun sebagai bagian dari masyarakat, selalu mendapat perlindungan, kemudahan, dan keberkahan dari Allah SWT.
Keluarga besar Sahabat Bhayangkara Indonesia (SBI) memberikan apresiasi atas sikap Gunawan yang tetap menjadikan restu orang tua sebagai landasan dalam menjalankan amanah. Nilai tersebut dinilai mencerminkan karakter seorang pemimpin yang tidak hanya mengedepankan profesionalisme, tetapi juga menjunjung tinggi etika, akhlak, dan rasa hormat kepada orang tua.
Dengan doa restu sang ibu, Gunawan berharap dapat terus mengabdi kepada masyarakat melalui profesinya sebagai Kabiro SBI Jember sekaligus menjaga nama baik sebagai warga PSHT. Ia berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menciptakan pemberitaan yang berkualitas, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat, serta memperkuat semangat persaudaraan dan persatuan di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.
(gnw/red)




