
Selain seni tari, helaran juga dimeriahkan oleh atraksi pencak silat IPSI Paguron Bima Suci. Penampilan ini terasa istimewa karena bertepatan dengan peringatan milad ke-53 Paguron Bima Suci, yang telah melalui perjalanan panjang dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan seni bela diri tradisional.
Atraksi pencak silat yang ditampilkan memperlihatkan teknik, disiplin, serta filosofi luhur pencak silat sebagai warisan budaya bangsa. Gerakan para pesilat tampil tegas dan harmonis, mencerminkan nilai sportivitas, ketangguhan, serta penghormatan terhadap tradisi leluhur.
Dalam keterangannya, Edi Papap, selaku Pimpinan Seni Pengurus HKB, menyampaikan bahwa kegiatan helaran ini merupakan komitmen bersama untuk terus menghidupkan ruang publik dengan kegiatan positif. Menurutnya, CFD bukan hanya menjadi tempat berolahraga, tetapi juga wadah strategis untuk memperkenalkan dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya.
Pada kesempatan tersebut, Sesepuh dan jajaran pengurus HKB (Heman Ka Budak) juga secara resmi menegaskan struktur kepemimpinan organisasi. Disampaikan bahwa Ketua HKB saat ini adalah Dodon Sugiharto, sementara Edi Papap dipercaya sebagai Pimpinan Seni Pengurus HKB/HKBP, yang bertanggung jawab dalam pembinaan, pelestarian, dan pengembangan seni bela diri serta nilai-nilai tradisi yang menjadi jati diri HKB.
Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk klarifikasi dan penegasan kepada seluruh anggota, keluarga besar HKB, serta masyarakat luas agar tercipta kesamaan pemahaman dan soliditas organisasi dalam menjalankan visi, misi, dan program kegiatan HKB ke depan.
Dengan terselenggaranya Helaran Seni Budaya HKB ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal semakin meningkat. Kegiatan ini sekaligus membuktikan bahwa kolaborasi antara seniman, komunitas, dan masyarakat mampu menghadirkan ruang publik yang sehat, edukatif, dan berbudaya.
(as/red)