
JAKARTA, kabarSBI.com – Kesuksesan sebuah lembaga tidak ada artinya jika tidak dipublikasikan. Demikian disampaikan Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung (MA), Abdullah, saat membuka secara resmi pelatihan Pengelolaan Media Sosial (Medsos) dan pembuatan info grafis bagi Humas Mahkamah Agung dan Humas pada Peradilan Umum dan Peradilan Agama wilayah Bekasi, Depok, Bogor, Cikarang, Cibinong, Tangerang, dan Karawang pada 29-30 Juli 2019.
Menurutnya, publikasi menjadi penentu baik buruknya citra sebuah lembaga. Jika dahulu lembaga mempublikasikan berita dan kebijakan Lembaga di media cetak dan elektronik, dimana keduanya itu membutuhkan dana yang besar, sekarang ini sudah ada media sosial yang jika digunakan dengan baik dan maksimal bisa menjadi media publikasi yang efektif dan efisien.
Pelatihan yang bertempat di Media Centre Harifin A Tumpa ini dimaksudkan untuk memberikan pelatihan pengelolaan media sosial yang baik dan juga pelatihan pembuatan info grafis.
“Melalui medsos, kita bisa menciptakan branding bahwa lembaga kita sudah clear and clean,” kata pria kelahiran Jombang tersebut.
Lebih lanjut, Mantan Wakil Ketua Pengadilan Malang ini mengatakan bahwa Lembaga perlu menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat, salah satunya yaitu melalui media social. Dari media sosial, Abdullah berpesan agar para peserta sanggup menciptakan imej bahwa Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya itu kredibel, akuntabel dan transparan.
Hadir sebagai narasumber yaitu praktisi kehumasan, Rulli Nasrullah, dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah-Jakarta yang memberikan materi tentang Peran Media dalam Penyebaran Informasi di Lembaga Pemerintahan, dan Ehwank Kurniawan, desain grafis Koran Tempo yang memaparkan materi tentang pembuatan info grafis. (margo/wili/r/as)