Jago Merah Telan Korban Jiwa di Sunter, Gubernur DKI: Pimpin Upacara Pelepasan Jenazah

Petugas lakukan pemadaman api. (dok)

JAKARTA, KabarSBI.com – Jago merah kembali menghanguskan kurang lebih 100 rumah diwilayah RT10 dan RT24 RW 01 Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, dini hari tadi.

Kejadian terjadi kurang lebih pukul 04.00 pagi hari. Api berasal dari sebuah warteg lalu membesar kepemukiman warga. Pihak Pemadam Kebakaran mengerahkan 13 unit mobil pemadam. Api berhasil di padamkan 2 jam kemudian dan dari peristiwa ini telah menelan satu korban jiwa yaitu Danton petugas damkar dari sektor 3 Tanjung priuk.

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara Satriadi Gunawan menduga Haeruddin meninggal akibat sesak napas.

“Saat pemadaman yang bersangkutan memang sesak napas, kemudian dibawa ke rumah sakit, di ambulans masih sempat ngobrol,” kata Satriadi seperti diberitakan media nasional.

Ketika sampai di RSUD Koja, nyawa Haeruddin tidak tertolong. Pria berusia 51 tahun itu membiru dan tidak bernapas lagi.

“Saat ini jenazah dibawa ke rumah duka di Asrama Pemadam Kebakaran RT 004 RW 017 Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara,” jelasnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan)doakan korban kebakaran di Sunter Agung.

Gubernur Pimpin
Gubernur DKI Anies Baswedan memimpin upacara pelepasan jenazah Haerudin (51), petugas pemadam kebakaran Jakarta Utara yang gugur saat bertugas. Anies mendoakan almarhum Khaerudin meninggal dalam keadaan syahid.

“Insyaallah, almarhum Haerudin akan mendapat status Syuhada. Seorang syahid yang gugur dalam menjalankan tugas,” kata Anies dalam sambutannya di depan Masjid Dairul Mafiroh, Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (16/7/2018).

Menurut Anies, kejadian ini mengingatkan bahwa tugas yang diemban para pemadam kebakaran penuh dengan risiko. Sebab, Haerudin gugur saat berusaha menyelamatkan yang lain.

“Beliau wafat saat tugas, beliau wafat di saat menyelamatkan yang lain. Justru beliau almarhum yang kembali ke rahmatulah. Umur hanya Allah yang tahu kapan ajal akan tiba,”ucap Anies.

Anies juga berpesan kepada petugas pemadam kebakaran yang lain untuk tetap mematuhi segala ketentuan ketika bertugas. Dia juga meminta dengan kejadian ini, para petugas tidak mengecilkan niat untuk tetap menjaga Jakarta.

“Insyaallah wafatnya Bapak Haerun Ini sebagai pengingat kita semua, ini amanat yang diembankan bukan amanat yang kecil, amanat yang besar, tanggung jawab yang ada pada kita tanggung jawab yang besar. Tidak sedikitpun gugurnya Bapak Haerudin mengecilkan niat kita untuk terus menjaga Jakarta,” ucapnya.

Gubernur DKI Anies Baswedan memimpin upacara pelepasan jenazah Haerudin (51), petugas pemadam kebakaran yang gugur saat bertugas.

Di akhir sambutan, Anies menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Haerudin dalam menjalankan tugas. Pemprov DKI mengapresiasi dan hormat kepada pengorbanan Haerudin dan keluarga dalam mengabdi ke pemerintah. (yanto/r/as)