
Agung menegaskan bahwa setiap bakal calon kepala desa memiliki hak yang sama untuk maju dan mengabdikan diri kepada masyarakat. Oleh karena itu, seluruh pihak diharapkan mengedepankan adu gagasan, program kerja, serta visi membangun desa, bukan menyebarkan isu-isu yang berpotensi memicu kontroversi, fitnah, maupun perpecahan di tengah masyarakat.
Ia juga mengingatkan para tim sukses, simpatisan, dan pendukung agar tidak menggunakan narasi provokatif demi kepentingan politik sesaat. Menurutnya, kemenangan dalam Pilkades tidak akan berarti apabila harus dibayar dengan rusaknya hubungan kekeluargaan, persahabatan, dan kerukunan warga yang selama ini telah terjalin dengan baik di lingkungan desa.
Sebagai warga Kabupaten Pemalang, Agung memberikan apresiasi kepada seluruh putra-putri terbaik daerah yang memiliki niat tulus untuk maju sebagai calon kepala desa. Ia berharap seluruh kandidat mampu menunjukkan integritas, kepemimpinan yang baik, serta komitmen kuat dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengorbankan nilai-nilai persatuan.
Lebih lanjut, Agung menilai bahwa seorang kepala desa sejatinya adalah pelayan masyarakat yang diberi amanah untuk membangun desa secara adil, transparan, dan bertanggung jawab. Karena itu, proses demokrasi desa harus dijalankan dengan penuh kedewasaan, menjunjung tinggi etika, serta menghormati pilihan politik setiap warga tanpa adanya tekanan maupun intimidasi.
Ia juga mengajak seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, penyelenggara Pilkades, aparat keamanan, serta seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan selama tahapan Pilkades berlangsung. Menurutnya, sinergi seluruh elemen sangat penting agar proses demokrasi berjalan aman, tertib, jujur, dan menghasilkan pemimpin desa yang benar-benar dipercaya masyarakat.
Mengakhiri pernyataannya, Agung Sulistio berharap Pilkades 2026 di Kabupaten Pemalang dapat menjadi contoh demokrasi yang bermartabat, damai, dan membawa manfaat bagi seluruh warga. “Mari kita jadikan Pilkades sebagai ajang memilih pemimpin terbaik untuk membangun desa, bukan sebagai alasan untuk bermusuhan. Siapa pun yang terpilih nantinya adalah pemimpin seluruh masyarakat desa yang harus didukung demi kemajuan dan kesejahteraan bersama,” pungkasnya.
(red)