
Disampaikan Kapolres, Jagongan dengan Komunitas Kelompok Tani diharapkan dapat menjalin komunikasi aktif dua arah. Sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi dari pihak Kepolisian dan begitu sebaliknya.
“Dengan kegiatan ini kami harapkan antara kita tidak ada jarak, namanya ‘Dulure Dewe’ jadi hubungan kita harus lebih dari teman harus bersinergi. Sehingga dalam menjaga kamtibmas di Bojonegoro bisa kita wujudkan,” harap AKBP Ary Fadli, Rabu, 10/10/2018.
Lebih jauh, kata dia, terkait maraknya kabar Hoax yang belum tentu kebenarannya, ia meminta kelompok tani untuk lebih hati hati dan saling mengingatkan. Menurutnya isue yang belum tentu kebenarannya jangan mudah disebarkan karena disadari atau tidak, dapat kena masalah karena dianggap turut mendistribusikan kabar bohong.
“Mudah mudahan rekan dari kelompok tani ini menjadi orang yang cerdas dalam menggunakan smartphone dan menyaring informasi,” pungkas Kapolres, dalam pertemuan itu. (majid/r/as)