
Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya persoalan produksi hasil pertanian, tetapi juga menyangkut stabilitas sosial, kesejahteraan masyarakat, serta kemampuan bangsa dalam menghadapi berbagai situasi darurat. Oleh karena itu, seluruh pemangku kepentingan harus memiliki komitmen yang sama dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian sebagai sektor strategis nasional.
“Keberhasilan program swasembada pangan membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Pertanian adalah fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi serta ketahanan pangan daerah maupun nasional,” tegas AKBP Muhammad Ali Akbar.
Sementara itu, AKP Jojo, SH menyampaikan bahwa Polres Kuningan siap mendukung penuh berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pendampingan, pengawasan, serta koordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan program ketahanan pangan berjalan efektif dan tepat sasaran di Kabupaten Kuningan.
Menurutnya, kehadiran Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Selain menjaga keamanan dan ketertiban, Polri juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mendorong terciptanya kondisi sosial dan ekonomi yang kuat, termasuk melalui sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan sebagian besar masyarakat Kabupaten Kuningan.
AKP Jojo berharap masyarakat terus memanfaatkan lahan-lahan produktif yang tersedia untuk meningkatkan hasil pertanian dan memperkuat kemandirian pangan daerah. “Kami berharap masyarakat dapat terus memanfaatkan lahan produktif yang ada untuk mendukung peningkatan produksi pertanian. Ketahanan pangan merupakan bagian penting dari ketahanan nasional yang harus dijaga bersama. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi seluruh pihak, cita-cita swasembada pangan nasional diyakini dapat terwujud demi kesejahteraan rakyat Indonesia,” pungkasnya.
(red)