
Tidak hanya di Blitar, Kapolri juga melakukan ziarah ke makam Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, di Jombang. Ziarah ke dua tokoh besar bangsa tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap keberagaman pemikiran, kepemimpinan, dan nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan kepada generasi penerus.
Kegiatan ziarah kebangsaan ini bukan sekadar seremoni menjelang HUT Bhayangkara. Lebih dari itu, ziarah menjadi refleksi mendalam bagi seluruh jajaran Polri agar senantiasa mengingat bahwa tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan integritas, profesionalisme, dan semangat pengabdian tanpa pamrih.
Memasuki usia ke-80 tahun, Polri menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi, ancaman kejahatan siber, hingga tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang semakin berkualitas. Oleh karena itu, semangat perjuangan yang diwariskan para pendiri bangsa menjadi inspirasi penting bagi Polri untuk terus bertransformasi menjadi institusi yang modern, humanis, dan dipercaya masyarakat.
Melalui ziarah ke makam Bung Karno dan Gus Dur, Kapolri menegaskan bahwa semangat Bhayangkara tidak dapat dipisahkan dari semangat kebangsaan. Dengan menjunjung tinggi nilai persatuan, keadilan, dan pengabdian kepada rakyat, Polri diharapkan semakin kokoh sebagai garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia menuju Indonesia yang maju, aman, dan berdaulat.
(red)