oleh

Kecewa Lantaran Nilai CAT Lebih Tinggi Dinyatakan Tidak Lolos, Peserta Calon PPS Datangi Kantor PPK Banjaranyar

-Daerah, Hukum, Sosial-728 Dilihat

Kecewa Lantaran Nilai CAT Lebih Tinggi Dinyatakan Tidak Lolos, Peserta Calon PPS Datangi Kantor PPK Banjaranyar 1CIAMIS, kabarSBI.com – Lantaran kecewa dan tidak puas dengan hasil seleksi PPS yang KPU Ciamis selenggarakan para calon Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang tidak lolos seleksi ontrog Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Banjaranyar. Mereka datang ke PPK di Kantor Camat Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (26/1/2023).

Beberapa perwakilan peserta mempertanyakan hasil transparansi hasil seleksi. Sebab, para calon yang gagal lolos seleksi, mengaku heran dengan hasil putusan KPU yang tidak meloloskan mereka.

Kecewa Lantaran Nilai CAT Lebih Tinggi Dinyatakan Tidak Lolos, Peserta Calon PPS Datangi Kantor PPK Banjaranyar 2Padahal para calon PPS ini mengaku hasil tes Computer Assisted Test (CAT), terbilang mempunyai nilai tinggi dibanding yang lolos saat ini.

Salah seorang calon peserta seleksi PPS Desa Cigayam Devani Tantiani yang tidak lolos seleksi, mengaku kecewa dan menilai putusan KPU tidak adil dan terkesan tertutup.

“Maka dari itu, saya bersama teman-teman datang ke sini (PPK) Kecamatan Banjaranyar. Hal itu untuk mempertanyakan hasil seleksi serta mekanisme pelolosan calon PPS,” ungkapnya, Kamis (26/2/2023).

Lanjut Devina mengaku bahwa dari hasil seleksi CAT mempunyai nilai tinggi. Bahkan, nilainya di atas peserta yang kini lolos dan telah dilantik. Hal tersebutlah yang menjadi pertanyaannya. Sebab, peserta yang nilai CAT jauh di bawahnya malah bisa lolos. Sementara, ia bersama teman lainnya yang mempunyai nilai tinggi, justru malah tidak lolos seleksi.

“Terus yang jadi dasar penilaiannya ini apanya? Sementara hasil tes wawancara kami justru tidak dikasih tahu. Hal inilah yang kita anggap telah merugikan kami sebagai calon yang tidak lolos,” tukasnya.
Tanggapan PPK Banjaranyar Ciamis Terhadap Calon PPS yang Tidak Lolos Seleksi

Ia pun mempertanyakan kinerja PPK Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, yang sebagai panitia atau penyeleksi para calon peserta PPS.

Bahkan yang membuatnya semakin aneh, dalam tes wawancara ia hanya diberi pertanyaan seputar nama orang tua. Kemudian, pekerjaan suami serta beberapa pertanyaan yang tidak ada hubungannya dengan tugas fungsi sebagai pelaksana atau panitia pemilihan (seputaran pemilu).

“Adapun pertanyaan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi hanya beberapa point saja. Sedangkan lebih besarnya pertanyaan seputar privasi diri,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PPK Kecamatan Banjaranyar, Andri Suroso, mengaku bahwa dalam pelaksanaan seleksi PPS tersebut, pihaknya sudah melaksanakan tugas secara transparan. Bahkan ia menegaskan, tidak ada unsur titipan dari pihak manapun dalam seleksi PPS.

Menurutnya, untuk lolos dan tidaknya seleksi tersebut semuanya hasil keputusan KPU Kabupaten Ciamis. Sementara pihaknya hanya diberi tugas membantu melakukan tes wawancara saja.

“Adapun soal nilai, itu semuanya keputusan KPU. Jadi kami hanya memberi nilai wawancara saja,” terangnya.

“Namun terus terang saja, hasil nilai wawancara ini memang tidak kami umumkan. Kami hanya memberi nilai dan dibuatkan hard copy yang kami kirimkan langsung ke KPU Ciamis,” tambahnya.

Lanjut Andri menjelaskan, lolos tidaknya calon PPS yang mengikuti seleksi tidak dilihat dari nilai CAT. Sebab, nilai CAT hanya sebatas tiket saja. Sedangkan yang menentukan nilai itu dari hasil wawancara.

“Jadi tidak ada akumulasi nilai antara hasil CAT dan wawancara. Sekali lagi, nilai CAT itu hanya sebatas tiket saja, dan tidak dijadikan nilai lulus atau tidak menjadi anggota PPS,” jelasnya.

Sementara itu, tokoh pemuda Banjaranyar, Oky Herna Suganda, menyayangkan atas adanya kejadian seperti itu. “Sebagai masyarakat, kami hanya bisa menyayangkan saja. Kenapa mekanismenya harus seperti ini,” katanya.

Menurutnya, semestinya semuanya dibuat transparan. Hal tersebut agar pemilu mendatang bisa berjalan lancar dengan tidak adanya petugas yang berpihak. “Kita berharap semuanya bisa netral saat menjadi petugas penyelenggara pemilu,” ucapnya.

Selain itu, Oky mengungkapkan, banyak kejanggalan yang terjadi saat pelaksanaan perekrutan seleksi calon PPS di wilayah Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis. Bahkan menurutnya, jangan sampai persoalan perekrutan ini berbuntut, yang nantinya mencederai pemilu.

Ia juga menyayangkan kenapa hasil atau nilai para calon peserta terkesan tertutup atau ditutupi. “Kenapa tidak seperti CAT yang terbuka, semua peserta bisa melihat hasil nilai masing-masing,” ujarnya.

“Sementara terkait tes wawancara, ini kesannya sangat tertutup sekali. Padahal yang melaksanakan seleksi wawancara ini kan PPK, harus tinggal umumkan saja hasilnya. Jadi tidak ada lagi saling duga dan merasa dirugikan terlebih yang tidak lolos seleksi,” pungkasnya. (bono/red)

Kabar Terbaru