Kerugian Puluhan Juta Rupiah, Yoyo Winaryo Jadi Korban Penipuan Berkedok Teman Dekat

Kerugian Puluhan Juta Rupiah, Yoyo Winaryo Jadi Korban Penipuan Berkedok Teman Dekat 1BREBES, kabarSBI.com – Seorang anggota SBI bernama Yoyo Winaryo dilaporkan menjadi korban penipuan dengan modus penyamaran identitas teman dekat pada Jumat, 19 Desember 2025. Pelaku diduga menjalankan aksinya secara terencana dengan memanfaatkan kepercayaan korban serta situasi darurat yang direkayasa.

 

Dalam kronologinya, pelaku menggunakan foto profil milik teman korban dan mengaku sebagai orang yang dikenal dekat oleh Yoyo Winaryo. Pelaku juga menyatakan sedang berada di luar negeri, sehingga mempersulit proses verifikasi dan membuat korban tidak menaruh kecurigaan di awal komunikasi.

 

Pelaku kemudian mengarang cerita bahwa ia tengah membantu seseorang bernama Ali yang disebut sedang dirawat di rumah sakit karena istrinya akan melahirkan. Narasi tersebut sengaja dibangun untuk menekan sisi empati korban dan mendorongnya agar segera memberikan bantuan dana.

 

Untuk meyakinkan korban, pelaku mengirimkan bukti transfer senilai Rp15 juta yang diklaim berasal dari bank di Portugal. Pelaku menyebut dana tersebut akan segera masuk ke rekening korban, sembari meminta korban untuk menalangi dana terlebih dahulu karena proses transfer luar negeri diklaim membutuhkan waktu.

 

Tanpa mengetahui bahwa bukti transfer tersebut tidak sah, Yoyo Winaryo mentransfer dana pribadi secara bertahap, masing-masing Rp5 juta pada dua kali transfer awal dan Rp6 juta pada transfer berikutnya. Namun hingga waktu yang dijanjikan, dana yang diklaim telah ditransfer oleh pelaku tidak pernah masuk ke rekening korban.

 

Saat korban mempertanyakan kejelasan dana tersebut, pelaku kembali memberikan berbagai alasan, mulai dari keterlambatan transfer internasional, akhir pekan, hingga hari libur. Pelaku bahkan kembali mengklaim telah mengirim dana tambahan sebesar Rp24 juta dan menyebut total dana untuk Ali mencapai Rp28 juta, disertai iming-iming adanya kelebihan dana untuk korban. Seluruh klaim tersebut kemudian terbukti fiktif.

 

Kasus ini menjadi peringatan serius bagi seluruh anggota SBI dan masyarakat luas untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan teman, memanfaatkan kondisi darurat, serta menggunakan bukti transfer palsu. Verifikasi langsung kepada pihak terkait dan kehati-hatian dalam setiap transaksi keuangan dinilai mutlak untuk mencegah kejadian serupa terulang.

 

(yw/red)