
JAKARTA, kabarSBI.com – Kolong tol yang selama ini identik dengan gelap, kumuh, dan jadi tempat pengepul sampah/barang bekas dan parkir liar, sebentar lagi punya wajah baru. Satu langkah konsep mengejutkan sekaligus membanggakan estetika kawasan kota hadir di Jakarta Utara.
Kolong Tol Ir. Wiyoto Wiyono di lingkungan Kelurahan Warakas yang melintasi RW 08, 09, 10, 12, dan RW 13 bakal disulap jadi Kawasan Ekonomi Rakyat. Area yang dulu “terbuang” ini akan diubah jadi ruang produktif untuk Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan warga.
Dari Ruang Kosong Jadi Pusat UMKM
Inisiatif ini digagas Forum RT/RW Kelurahan Warakas yang dipimpin Abi Ichwanuddin, juga selaku Ketua RW 02 Warakas. Abi bersama unsur masyarakat lainnya seperti LMK dan FKDM bertekat mewujudkan konsepnya berkolaborasi dengan PT Citra Marga Nusa Persada Tbk (CMNP) selaku pengelola jalan tol.
Konsepnya sederhana tapi nendang: manfaatkan lahan di bawah tol yang selama ini nganggur, cuma jadi lapak usaha segelintir orang. bersama warga warakas bakal digeruduk menjadin rapi, aman, dan estetik. Bak sebuah kawasan belanja dalam Kota Warakas.
Rencananya, area seluas ratusan meter ini akan ditata jadi deretan kios UMKM dengan desain seragam. Ada cluster kuliner, cluster sembako, cluster hijau, sampai co-working space kecil buat anak muda ngumpul. Penerangannya dibikin terang, lantainya dirapikan, dan mural khas Warakas bakal menghiasi tiang-tiang penyangga tol biar nggak monoton.
Warga Dilibatkan Sejak Awal
Ketua Forum RT/RW Warakas bilang, langkah ini bukan sekadar “bikin lapak”. Tujuannya ngasih warga peluang usaha, sekaligus menjadi pusat kuliner kawasan warakas.
“Kami ingin mengubah stigma kolong tol yang kumuh menjadi ruang publik yang berdaya guna. Melalui kolaborasi ini, warga Warakas tidak hanya mendapatkan tempat usaha yang layak, tetapi juga lingkungan yang lebih asri dan tertib” kata Abi Ichwanuddin, Rabu, 18/6/2026.
Menurutnya, Program pemanfaatan lahan kolong tol ini berfokus pada tiga aspek utama: ​Pemberdayaan Ekonomi Lokal, Penataan Lingkungan (Green & Clean), Peningkatan Kapasitas Usaha.
Lebi jauh, kata Abi, selama ini kolong tol cuma dilewatin. Sekarang kita balik fungsinya. Warga RW 08 sampai RW 13 yang punya usaha kecil nantinya bisa jualan di sini dengan harga yang terjangkau dan termonitor. Jadi bisa jadi kawasan penggerak ekonomi rakyat Warakas.
Pihak CMNP sendiri menyambut baik, penataan kolong tol sejalan dengan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan untuk menciptakan ruang publik yang aman, produktif, dan nggak mengganggu fungsi utama tol.
Target: Hidup 24 Jam, Tapi Tertib
Kalau jadi, Kawasan Ekonomi Rakyat Warakas ditarget buka mulai pagi sampai malam. Ada jam operasional yang jelas, sistem kebersihan bareng, dan keamanan dijaga warga, tiga pilar plus. Jadi nggak balik lagi begitu-begitu aja, jadi tempat gelap nongkrong nggak jelas.
Warga sekitar pun menyambut gagasan peluang usaha ini dengan baik. Bagi mereka yang sehari-harinya berjualan kelontong sudah tidak sabar ingin seger diwujudkan.
“Kalau ada tempatnya, jualan jadi lebih tenang. Nggak kehujanan, nggak digusur-gusur. Tempatnya enak untuk bermain bersama keluarga, bisa santai ada hiburan ya seperti mall dilingkungan sendiri,” harap warga sekitar Tol Warakas.
Proyek berbasis lingkungan ini bisa jadi contoh buat wilayah lain di Jakarta. Buktiin kalau ruang kota yang “sisa” bisa punya nilai ekonomi dan sosial kalau disentuh bareng-bareng: pemerintah, swasta, dan warga bisa bahagia.
Sudah saatnya Jakarta berbenah jelang usia-nya kian mendekati penuh setengah abad, tahun 2027 mendatang.
(Saimin)




