
Kekhawatiran ini disampaikan oleh dirinya lantaran tidak ingin Indonesia kembali dicoret sebagai tuan rumah. Sebelumnya, Indonesia mengalami Tragedi Kanjuruhan dan penolakan sejumlah pihak, salah satunya oleh Gubernur Provinsi Bali I Wayan Koster, akibat Timnas Israel ikut sebagai peserta dalam Piala Dunia U-20. Dua peristiwa ini, jelasnya, membuat Indonesia dicoret FIFA sebagai tuan rumah.
“Tidak bisa dipungkiri, selain Tragedi Kanjuruhan, mayoritas masyarakat Indonesia menolak kedatangan Israel dan berpotensi menimbulkan aksi kekerasan jika tidak disikapi dengan baik,” tutur Hetifah melalui keterangan tertulis kepada Parlementaria, Senin (17/4/2024).
Oleh karena itu, Hetifah meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Pemerintah Daerah, dan panitia penyelenggara secara konsisten memastikan keamanan atlet, ofisial, bahkan suporter yang akan hadir. “Alur transportasi, penginapan, akses masuk, akses pintu darurat, harus betul-betul diperhatikan. Jangan sampai terulang kembali,” pungkas politisi Fraksi Golkar itu. (ts/rdn/red)