
Poengky menyebutkan, selain menggelar operasi pengamanan Natal dan Tahun Baru, Polri juga dihimbau untuk memberikan edukasi serta tetap menegakkan aturan terkait penerapan protokol kesehatan. Poengky juga menyampaikan, Polri dapat mempercepat pelaksanakan vaksinasi massal kepada masyarakat, agar herd immunity dapat terwujud. Hal tersebut juga bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 setelah Natal dan Tahun Baru.
“Selain tugas-tugas pelayanan, pengayoman, perlindungan masyarakat dan penegakan hukum, Polri juga diharapkan agar percepat vaksinasi agar herd immunity cepat terbentuk. Polri juga harus mewaspadai potensi-potensi gangguan kamtibmas, antara lain terorisme, narkoba, dan kejahatan konvensional seperti begal dan premanisme,” tutur Poengky.
Di lain kesempatan, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, Polri dan TNI telah mengerahkan ratusan personel gabungan untuk operasi pengamanan selama libur Natal dan Tahun Baru. Tak hanya bertugas untuk kamtibmas, personel gabungan tersebut juga bertugas menegakkan protokol kesehatan.
“Kami libatkan seluruh Indonesia, sekitar 217 ribu, seluruh Indonesia. TNI juga mempersiapkan personilnya, satpol PP, dan jajaran kesehatan juga mempersiapkan, dan stakeholder terkait lainnya,” ujar kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (26/11/2021). Dedi juga menyebutkan, sebagai tindakan pengamanan pihaknya akan menggelar Operasi Lilin mulai 20 Desember hingga 2 Januari 2022.[pri/red)