KPK Segel Kantor Kepala DPUPR Pemalang dan Dua Rumah Kontraktor, Dugaan Korupsi Proyek Infrastruktur Menguat

KPK Segel Kantor Kepala DPUPR Pemalang dan Dua Rumah Kontraktor, Dugaan Korupsi Proyek Infrastruktur Menguat 1PEMALANG, kabarSBI.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan langkah hukum dengan menyegel sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada Selasa (28/7/2026) malam. Penyegelan dilakukan terhadap ruang kerja Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pemalang, serta dua unit rumah yang berada di kawasan Perumahan Mutiara Residence. Langkah tersebut memunculkan dugaan kuat adanya pengembangan penyidikan dalam perkara yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, dua rumah yang dipasangi segel KPK berada di Blok B dan Blok C Perumahan Mutiara Residence. Kedua rumah tersebut disebut-sebut merupakan milik seorang kontraktor berinisial O, yang dikabarkan memiliki hubungan kekerabatan dengan Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro. Namun demikian, informasi mengenai hubungan tersebut masih memerlukan konfirmasi resmi dari pihak terkait.

Proses penyegelan berlangsung pada malam hari dengan pengamanan yang cukup ketat. Sejumlah kendaraan yang diduga digunakan tim KPK terlihat memasuki kawasan perumahan sebelum petugas melakukan pemasangan garis segel. Kehadiran aparat penegak hukum tersebut menarik perhatian warga sekitar yang berbondong-bondong menyaksikan jalannya kegiatan.

Selain menyasar kediaman pribadi, penyegelan juga dilakukan di ruang kerja Kepala DPUPR Kabupaten Pemalang. Fakta ini menguatkan dugaan bahwa penyidikan KPK berkaitan dengan proyek-proyek infrastruktur atau pengelolaan anggaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang. Meski demikian, hingga saat ini KPK belum mengumumkan secara resmi perkara yang sedang ditangani maupun pihak-pihak yang berstatus sebagai saksi ataupun tersangka.

Salah seorang warga Perumahan Mutiara Residence, Ardi, mengaku mengetahui adanya aktivitas penyegelan setelah melihat keramaian di sekitar perempatan jalan perumahan. “Awalnya ibu-ibu bertanya karena ada mobil yang berhenti cukup lama di perempatan. Setelah saya cek, ternyata sedang ada penyegelan,” ujarnya. Ia juga mengaku tidak mengenal penghuni rumah di Blok C karena dinilai tertutup dan jarang berinteraksi dengan warga sekitar.

Hingga berita ini diterbitkan, Komisi Pemberantasan Korupsi belum memberikan keterangan resmi mengenai dasar hukum penyegelan, objek perkara yang sedang diusut, maupun barang bukti yang menjadi sasaran tindakan tersebut. Publik kini menantikan penjelasan resmi KPK terkait perkembangan penyidikan, termasuk kemungkinan dilakukannya penggeledahan lanjutan, penyitaan barang bukti, pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait, hingga penetapan tersangka apabila telah memenuhi alat bukti yang cukup sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Perkembangan kasus ini menjadi perhatian luas masyarakat mengingat penyegelan dilakukan terhadap fasilitas pemerintahan dan aset yang diduga berkaitan dengan pihak swasta. KPK diharapkan dapat mengungkap perkara ini secara profesional, transparan, dan akuntabel sehingga memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat upaya pemberantasan korupsi di sektor pengadaan barang, jasa, dan pembangunan infrastruktur daerah.

 

(tim/red)