
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk mempertegas posisi Yayasan Jaya Artasena Keluarga sebagai mitra strategis pemerintah di bidang rehabilitasi NAPZA. Kerja sama yang terjalin erat ini diharapkan mampu membangun sistem layanan pemulihan yang semakin kuat, terpadu, dan berkelanjutan di Jawa Barat.
Selama kegiatan berlangsung, Kepala BNNK Kuningan meninjau langsung lingkungan serta fasilitas pelayanan rehabilitasi. Peninjauan dilanjutkan dengan agenda diskusi mengenai penyelenggaraan program, pendampingan klien, standar pelayanan, hingga pengembangan kelembagaan agar tata kelola yayasan semakin profesional, humanis, dan berorientasi pada pemulihan.
Dalam kesempatan itu, Agus Mulya memberikan arahan serta dukungan penuh terhadap penguatan kapasitas yayasan. Langkah ini bertujuan agar seluruh operasional rehabilitasi yang dijalankan senantiasa memenuhi standar serta ketentuan hukum yang berlaku dalam upaya penanganan ketergantungan NAPZA.
Pihak Yayasan Jaya Artasena Keluarga menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, tata kelola layanan, dan kualitas fasilitas. Pendekatan rehabilitasi akan terus disempurnakan secara menyeluruh dengan mengedepankan aspek medis, psikologis, sosial, hingga proses reintegrasi ke tengah keluarga.
Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya membantu individu terlepas dari ketergantungan, tetapi juga menciptakan lingkungan masyarakat yang mendukung pencegahan kekambuhan. Kunjungan ini membuktikan bahwa penanganan masalah NAPZA membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, lembaga rehabilitasi, tenaga profesional, keluarga, dan masyarakat.
(as/red)