JEMBER, kabarSBI.com – Pelaksanaan kenaikan tingkat dan pemberian sabuk Jambon ke Ijo di Perguruan Silat Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Jember berlangsung khidmat dan penuh sportivitas pada Minggu, 23 November 2025, di Lapangan Garuda Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 hingga 16.00 WIB ini dihadiri para pendekar, warga latihan, serta tokoh masyarakat setempat. Antusiasme keluarga peserta tampak memenuhi area lapangan untuk memberikan dukungan kepada para calon warga yang tengah ditempa secara mental dan fisik.
Dalam kegiatan tersebut, Kang Mas Sujono Wasinudin selaku Ketua PSHT Ranting Kalisat memimpin langsung jalannya ujian materi dan prosesi pemberian sabuk. Setiap tahapan dilakukan secara disiplin, menuntut ketahanan, teknik, serta penguasaan etika sebagai syarat kenaikan tingkat. Puncaknya, penyerahan sabuk Jambon menjadi simbol kemampuan dan kematangan dasar para siswa sebelum berlanjut ke tingkat lanjutan di perguruan.
Hadir memberikan apresiasi, Agung Sulistio selaku Pimpinan Redaksi Sahabat Bhayangkara Indonesia (kabarsbi.com) yang juga menjabat sebagai Ketua Umum gadungan Media Online Cetak Ternama (GMOCT) serta Ketua II Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI). Dalam pernyataannya, Agung menyampaikan ucapan selamat kepada Kang Mas Sujono atas keberhasilan membina para siswa hingga mencapai tahap kenaikan sabuk. Menurutnya, PSHT bukan hanya institusi bela diri, tetapi juga sarana pendidikan karakter.
Agung menegaskan pentingnya peran organisasi bela diri dalam membentuk mental dan moral generasi muda di tengah meningkatnya pengaruh negatif di lingkungan sosial.
“Melalui silat, generasi muda diajarkan bukan hanya kemampuan bertahan diri, tetapi juga disiplin, menghormati sesama, dan membantu warga lainnya. Nilai-nilai ini harus terus dijaga,” tegasnya.
Selain melatih fisik dan teknik, kenaikan sabuk ini menjadi bukti bahwa perguruan silat masih memegang peran penting dalam menumbuhkan jiwa sosial dan budi pekerti. PSHT Kalisat Jember dinilai konsisten menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus pembentukan karakter generasi penerus bangsa. Tradisi pencak silat yang dijalankan tetap dikemas secara mendidik serta mampu bersinergi dengan masyarakat luas.
Dengan dukungan penuh dari elemen masyarakat, PSHT diharapkan terus melahirkan pendekar berakhlak, menjunjung tinggi persaudaraan, dan memberi manfaat nyata di tengah masyarakat. Semangat persaudaraan yang tergambar dalam kegiatan kenaikan sabuk ini menjadi cermin bahwa bela diri bukan hanya melatih kekuatan, namun membangun kepribadian.
(red)




