
kabarSBI.com – Anggota Komisi VI DPR RI Singgih Januratmoko mendorong PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) untul lebih gencar melakukan penyaluran bantuan ke peternak-peternak yang tersebar di berbagai penjuru daerah. Adapun, bantuan PNM yang dimaksud tersebut berupa modal kerja bagi para peternak untuk melakukan pembelian bibit. Untuk itu, Singgih Januratmoko mengimbau PNM lebih aktif meningkatkan sosialisasi kepada para peternak di Indonesia.Terlebih, momen di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo saat ini juga sedang menggalakkan program swasembada protein.
Menurut Singgih, untuk memulai swasembada protein paling mudah diawali dari budi daya perunggasan yang memadai dengan dukungan permodalan yang kuat dari Pemerintah. Demikian dipaparkan Singgih Januratmoko usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan jajaran PT. PNM, Perum Jaminan Kredit Indonesia, PT. Bahana Pembinaan Usaha Indonesia, PT. Kliring Berjangka Indonesia, PT. Perusahaan Pengelola Aset, PT. Danareksa, guna membahas isu aktual di masing-masing BUMN, di Gedung Nusantara I, Senayan Jakarta, Rabu (19/2/2020).
Maka, sambung politisi Partai Golkar ini, untuk meningkatkan penyaluran bantuan kredit dari PNM ke masyarakat yang perlu dilakukan PNM adalah meningkatkan sosialisasi kepada peternak. Sebab, ungkap Singgih, PNM saat ini masih terlalu cenderung fokus di sektor rumah tangga dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Lebih lanjut, Singgih menyarankan PNM untuk juga meningkatkan koordinasi dengan jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) dan Dinas Peternakan setempat dimana para peternak tersebut berada.
“Bantuan PNM untuk sektor peternakan dan perunggasan pada khususnya masih kurang. Sedangkan, kalau untuk bantuan di pertanian lumayan ya, ada. Tapi, untuk sektor peternakan sepertinya masih kurang disasar gitu lho. Sekarang, sampai tingkat perdukuhan para peternak membuat kandang sapi bahkan ada suatu kelompok ternak seperti budi daya sapi dan kambing. Untuk itu, PNM harus lebih aktif melakukan koordinasi dengan Pemda-Pemda dan dinas-dinas peternakan setempat,” pungkas legislator dapil Jawa Tengah V itu.(yoseph/hat)