Lurah Sungai Bambu Turun Tangan Benahi Kolong Tol Kencana, Siapkan Sistem Sampah Terpadu

Lurah Sungai Bambu Turun Tangan Benahi Kolong Tol Kencana, Siapkan Sistem Sampah Terpadu 1JAKARTA, kabarSBI.com – Kawasan kolong tol yang selama ini identik dengan kesan kumuh perlahan mulai berbenah. Lurah Sungai Bambu, Syaiful Anwar, turun langsung ke lapangan untuk melakukan penataan di Kolong Tol Kencana, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih tertata, bersih, dan memiliki nilai guna bagi masyarakat sekitar.

Dalam peninjauannya, Syaiful tidak hanya melihat kondisi lapangan, tetapi juga langsung menggagas perubahan dengan konsep yang lebih terintegrasi. Salah satunya adalah mempercantik kawasan melalui penanaman pohon di sekitar kolong tol. Upaya penghijauan ini diharapkan mampu mengubah wajah lokasi yang sebelumnya terkesan terbengkalai menjadi lebih asri dan nyaman.

Selain penataan visual, inovasi juga dilakukan dalam sistem pengelolaan sampah. Syaiful menggagas agar warga dapat langsung membuang sampah ke mobil compactor yang disiapkan di lokasi. Dengan sistem ini, sampah tidak lagi menumpuk, melainkan langsung terangkut secara rutin sehingga kebersihan kawasan dapat terjaga secara optimal.

Untuk mendukung program tersebut, pihak kelurahan terus berkoordinasi dengan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara. Rencananya, area kolong tol akan dilakukan pengecoran dan disiapkan ruang khusus bagi dua unit truk sampah yang akan standby setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga 15.00 WIB, guna melayani kebutuhan warga.

Tidak berhenti pada tahap pengangkutan, Syaiful juga mengusulkan pengadaan mesin pencacah plastik dan mesin pengolah sampah organik. Dengan adanya fasilitas ini, sampah yang masuk dapat langsung diolah. Sampah plastik bisa didaur ulang, sementara sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak maupun untuk budidaya maggot yang memiliki nilai ekonomi.

Ke depan, pengelolaan kawasan Kolong Tol Kencana akan melibatkan masyarakat secara langsung melalui peran Ketua RW dan LMK. Konsep ini diharapkan mampu mendorong kemandirian warga dalam mengelola sampah, sehingga tidak lagi bergantung sepenuhnya pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dengan langkah tersebut, kawasan kolong tol bukan hanya menjadi bersih, tetapi juga berpotensi menjadi pusat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

 

(djutari/red)