
Sebelum pelaksanaan lapangan, Lurah terlebih dahulu memimpin koordinasi bersama para kader, didampingi Ketua RW 01, Bagus Kusumo. Koordinasi ini dilakukan untuk menyamakan langkah, memetakan titik rawan, serta memastikan kegiatan PSN berjalan efektif dan menyentuh langsung lingkungan permukiman warga.
Sri Diana Tungga Dewi menegaskan bahwa PSN merupakan program prioritas yang tidak bisa ditunda. Menurutnya, seluruh wilayah Kelurahan Warakas harus bergerak secara simultan dan berkelanjutan guna menekan risiko penyebaran DBD sejak dini.
“Dalam kondisi cuaca dengan intensitas hujan tinggi dan udara lembap seperti saat ini, nyamuk DBD berkembang sangat cepat. Oleh karena itu, pemberantasan sarang nyamuk harus dilakukan secara masif dan konsisten di seluruh lingkungan,” ujarnya, Jumat (23/1/2026).
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan PSN tidak hanya bergantung pada aparat dan kader kesehatan, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat. Tanpa partisipasi warga, upaya pencegahan dinilai tidak akan optimal.
Lurah Warakas mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat melalui gerakan 3M, yakni menutup tempat penampungan air, menguras bak mandi atau wadah air secara rutin, serta mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air. Dengan sinergi antara pemerintah dan warga, diharapkan Kelurahan Warakas dapat terhindar dari ancaman wabah DBD.
(Djutari & Red)