
Warga sekitar Rancaekek melaporkan melihat truk tersebut berulang kali masuk ke SPBU dengan jeda waktu yang mencurigakan. Warga juga mendapati kejanggalan: nomor polisi bagian depan kendaraan berbeda dengan bagian belakang.
Saat truk tersebut sempat mogok dan diperbaiki di pinggir jalan, sopir menyebutkan bahwa kendaraan itu milik orang yang dikenal dengan inisial H Odong.
Pimpinan Redaksi Senyapnews.id, Ahmad Nuryaman, menambahkan bahwa praktik ini sudah berlangsung lama dan terorganisir. Menurutnya, hal ini terjadi karena minimnya penindakan tegas dari aparat penegak hukum. Para oknum memanfaatkan selisih harga antara solar subsidi dan solar industri untuk keuntungan pribadi.
“Kami meminta aparat tidak loyo, segera menindak tegas seluruh pihak yang terlibat. Bukan hanya pidana, perusahaan yang terbukti terlibat harus dibekukan operasionalnya hingga izin usahanya dicabut,” tegas Ahmad Nuryaman.
#noviralnojustice
#gmoct
#poldajabar
Sumber: Senyapnews.id
GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama