
“Peningkatan dalam bidang kesehatan harus menjadi prioritas dalam pertahanan negara. Upaya tersebut ditindaklanjuti dengan peningkatan kemampuan pelayanan RS Tk III Brawijaya dengan kapasitas total 133 bed, 4 ruang VVIP/VIP, 10 bed ICU, 7 ruangan MCU, 14 ruangan poli, 2 unit ruang transfusi darah, 2 unit ruang kebidanan, 2 unit ruangan laboratorium, 2 unit ruangan sterilisasi, 2 unit ruangan farmasi dan 6 unit ruangan operasi,” kata Menhan Prabowo saat menyampaikan laporan kepada Presiden.
Program Kementerian Pertahanan dalam bidang kesehatan ini secara keseluruhan adalah program dalam rangka pembangunan peningkatan kemampuan pelayanan pada 25 rumah sakit jajaran Kemhan/TNI, serta peningkatan kapabilitas RSPAD dengan pembangunan Proton Beam untuk penanganan cancer dengan teknologi Proton. Khusus untuk pembangunan fasilitas Proton Beam ini adalah merupakan salah satu pelayanan kesehatan terbaik di kawasan Asia Tenggara saat ini.
“Salah satu indikator kemajuan dan kesejahteraan bangsa dapat diukur dari pencapaian tingkat kesehatan melalui pelayanan kesehatan yang optimal. Wujud nyata Kementerian Pertahanan dalam memberikan dukungan kesehatan sebagai salah satu komponen pertahanan negara adalah dengan semakin luas dan terbukanya akses pelayanan kesehatan,” tegas Menhan.
Pada kesempatan tersebut Presiden Joko Widodo menandatangani prasasti peresmian Rumah Sakit (RS) Kemhan/TNI di RS. Tk. III Brawijaya dan RS Tk II dr. Soekantyo Jahja Puspenerbal. Hal tersebut menandai secara resmi pengoperasian dua rumah sakit tersebut. Selain peresmian dan penandatangan prasasti, Presiden RI Joko Widodo didampingi Menhan Prabowo melakukan meninjau ruang rawat inap, ruang operasi, ruang Medical Check Up (MCU), dan ruang poli Rumah Sakit Tk. III Brawijaya.
(humas/red)