
Susan, warga Jalan Bakti, Kelurahan Kebon Bawang, Jakarta Utara ditemui media di SMAN 18, Kamis (27/06/04) mengatakan, heran anaknya bisa tidak lolos seleksi. Pasalnya, prestasi sang anak menurutnya sangat baik.
Menurutnya, Susan mendaftarkan anaknya di tiga sekolah terdekat dari tempat tinggal yakni SMAN 18, SMAN 80 dan SMAN 15, Namun nama anaknya tidak tertera di ketiga sekolah tersebut pada saat pengumuman diterbitkan.
“Saya gak ngerti bagaimana jadinya nasib anak saya. Tadi dapat penjelasan sedikit pun dari operator sekolah agar anak saya di sekolahkan di swasta selama satu semester. Sementara saya tidak sanggup biayanya yang mahal,” untuk membayar uang gedung dan Sumbangan pembinaan pendidikan ( SPP ) jelasnya.
Kepala Sekolah SMAN 18, Adriansyah saat dikonfirmasi mengatakan, mungkin calon peserta tersebut tidak memantau secara rutin website PPDB. Sehingga ketika pengumuman orang tua heran nama anaknya tak ada.
“Karena dalam penerimaan peserta didik baru ( PPDB ) apabila pendaftar banyak, maka nama nama yang kalah dalam seleksi akan cepat hilang. Jadi harusnya orang tua calon peserta memantau website PPDB secara berkala,” tegasnya.
(djutari/red)