JAKARTA, kabarSBI.com – Pimpinan Redaksi Agung Sulistio melontarkan kritik keras terhadap oknum pejabat yang dinilainya lebih mementingkan pencitraan dibanding menjalankan tanggung jawab sebagai pelayan publik. Ia menegaskan bahwa kesenjangan prioritas ini terlihat sangat mencolok ketika masyarakat kecil sedang berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar, sementara oknum pejabat justru sibuk mengatur panggung visual demi mempercantik citra politik mereka, 6 Desember 2025.
Menurut Agung, praktik pencitraan yang dilakukan oknum pejabat semakin tidak etis ketika dilakukan di tengah penderitaan rakyat. Ia menyoroti fenomena pejabat yang datang ke lokasi bencana hanya untuk mengumpulkan konten, bukan untuk memberikan solusi. “Rakyat butuh tangan yang bekerja, bukan tangan yang memegang kamera. Mereka butuh kebijakan, bukan adegan yang melelahkan,” ujarnya tajam.
Agung menegaskan bahwa derita masyarakat bukan properti visual yang bisa dipoles demi kepentingan politik sesaat. Ia menyebut bahwa tindakan seperti ini bukan hanya tidak bermoral tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintahan. Ketika rakyat sibuk bertahan hidup, kata Agung, kehadiran pejabat seharusnya fokus pada aksi nyata, bukan membangun narasi glamor yang menipu publik.
Lebih jauh, Agung mendesak adanya perubahan pola komunikasi pejabat publik agar lebih berorientasi pada transparansi dan capaian kerja nyata. Ia menilai bahwa pejabat yang benar-benar bekerja tidak membutuhkan sorotan kamera karena hasilnya akan terlihat jelas melalui dampak yang dirasakan masyarakat. “Jika kerja nyata ada, publik yang akan berbicara. Jika pencitraan yang dominan, hanya kamera yang bersuara,” sindirnya.
Sebagai penutup, Agung Sulistio mengingatkan bahwa jabatan publik adalah amanah, bukan panggung. Ia menekankan bahwa oknum pejabat yang masih menggunakan penderitaan rakyat sebagai dekorasi konten seharusnya bercermin kembali pada sumpah jabatannya. “Berhentilah menjadikan rakyat sebagai latar belakang foto. Jadikan mereka alasan bekerja,” tegasnya.
(red)




