
Upacara yang digelar pada Rabu pagi tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Majalengka, Camat Talaga selaku tuan rumah, Kapolres, Dandim, anggota DPRD Majalengka, serta berbagai perwakilan instansi pemerintahan. Hadir pula unsur Kementerian Agama Kabupaten Majalengka yang mewajibkan kehadiran civitas akademika madrasah dan pesantren dari setiap kecamatan.
Bibit-bibit pohon tersebut akan ditanam di lahan seluas tujuh hektare di lingkungan pondok pesantren sebagai bagian dari komitmen pelestarian alam dan pendidikan ekoteologi. Program Ecotheology Pesantren diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan lingkungan pesantren yang sehat, nyaman, aman, dan berkelanjutan.
Omang Abdul Somad menegaskan pentingnya sinergi antar-santri dan pesantren di Majalengka. “Para santri dan kalangan pesantren harus bersatu, menjaga marwah para kiai, serta memperkuat peran pesantren sebagai penjaga moral dan pelestari lingkungan,” ujarnya.
Peringatan HSN 2025 di Talaga tak sekadar menjadi ajang seremonial, melainkan wujud nyata peran santri dalam menjawab tantangan masa depan—dari keteladanan akhlak hingga kepedulian terhadap kelestarian bumi.
(red)