
Dalam operasi senyap tersebut, KPK tidak hanya mengamankan A K, tetapi juga sekitar 10 orang lainnya yang diduga kuat terlibat dalam praktik korupsi. Seluruh pihak langsung digelandang ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Tak lama berselang, penyidik KPK menyegel ruang kerja Bupati Bekasi di Kantor Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat. Penyegelan itu mengindikasikan adanya dokumen dan barang bukti penting yang diduga berkaitan langsung dengan perkara korupsi yang tengah diusut.
Sumber internal menyebutkan, OTT ini berkaitan dengan dugaan transaksi mencurigakan yang melibatkan pejabat daerah dan pihak tertentu. Bahkan, KPK mengonfirmasi bahwa pihak keluarga turut terseret dalam operasi tersebut, memperkuat indikasi adanya praktik korupsi yang terstruktur.
Meski demikian, KPK masih menutup rapat detail konstruksi perkara dan pasal sangkaan. Lembaga antirasuah menegaskan pengumuman resmi akan disampaikan setelah proses pemeriksaan awal rampung.
Kasus ini kembali menambah daftar panjang kepala daerah yang terjerat OTT KPK, sekaligus mempertegas komitmen KPK dalam memburu praktik korupsi hingga ke level tertinggi pemerintahan daerah.
(priyanto/red)