Pemkot Jakarta Utara Bakal Tertibkan “Lapak Liar” Pedagang Tanaman Hias Samping JIS

Pemkot Jakarta Utara Bakal Tertibkan "Lapak Liar" Pedagang Tanaman Hias Samping JIS 1
Situasi “lapak liar” pedagang tanaman hias di Jalan Bisma, Samping JIS, Kelurahan Papanggo, Jakarta Utara. Nampak tenda, terpal, tanaman dan lainya menutup saluran – bantaran kali penghubung waduk Sunter Utara. (dok)

JAKARTA, kabarSBI.com – Pemerintah Kota Jakarta Utara bakal menertibkan sejumlah pedagang liar dengan motif jualan tanaman di Jalan Bisma, samping Jakarta International Stadion (JIS) Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Pengamatan lapangang sejumlah pedagang tanaman telah mengkondisikan tempat dan tanaman beserta kelengkapannya di lokasi. Tempat itu sendiri berada diatas drainase jalan dan bantalan kali saluran penghubung waduk Sunter Utara, dengan lebar sekitar 2-3 meter panjang sekitar 100 meter.

Drainase sekitar lebar 60 cm atau saluran itu sendiri sebagian telah ditutup dengan material kayu dan sejenisnya serta puing untuk menguruk bantalan saluran penghubung.

Bakal Makan Jalan
Rudi, 35, salah seorang pengguna jalan Bisma mengaku tidak setuju bila saluran dan trotoar akan digunakan untuk tempat usaha.

“Ya kalau menurut saya usaha boleh saja, tapi jangan sampai mengganggu pengguna jalan. Kalau lokasi itu jadi tempat usaha otomatis pengunjung yang menggunakan motor dan mobil jadi parkir di bahu jalan. Kan ini jadi mengganggu pengguna jalan umum,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, samping JIS akan menjadi kumuh, kali juga rawan tercemar.

“Kelihatanya sih emang bagus untuk nambah penghijauan tapi kebanyakan pedagang tanaman tidak feer usaha. Dibanyak tempat menjadikan tempat usahanya untuk tempat tinggal dengan membuat gubuk-gubuk kadang suami dan istri serta anak tinggal disitu,” ucapnya seraya berharap pemerintah kota jangan sampai lengah dengan perilaku usaha yang bila dikasi kemepatan jadi azas manfaat.

Respon Pemerintah
Lurah Papanggo Sugiharjo Timbo tidak banyak menjawab tumbuhnya sejumlah lapak pedagang baru di aset pemerintah dalam dilingkungan tugas dinasnya.

“Coba komunikasikan dengan Sudin SDA bang,” jawab Lurah melalui pesan aplikasi WhatsApp.

Camat Tanjung Priok, Samsu Rizal Kadafi mengatakan pihaknya telah melaporkan pada pimpinan tingkat Kota Jakarta Utara.

“Sudah dapat arahan dari Pak Sekko untuk dibersihkan,” pungkas Camat Tanjung Priok, Rabu, 29/4/2026.

Bakal Ganggu Saluran
Sementara itu, Kepala Sudin Sumber Daya Air Kota Jakarta Utara, Heria Suwandi, mengungkapkan bahwa dalam rangka menghadapi musim penghujan dan untuk mitigasi banjir serta pemeliharaan saluran penghubung dan kali, keberadaan pedagang tanaman hias bakal mengganggu.

“Saat ini kami masif melakukan pengerukan pada beberapa kali, dan salah satu yang kita programkan adalah pemeliharaan saluran PHB Inlet III Waduk Sunter Utara pada bulan ini, dimana sedimentasi pada saluran sepanjang -/+ 500 m’ tersebut akan kita keruk. Pengerukan ini untuk menambah daya tampung kali tersebut dan juga untuk memperlancar aliran air menuju waduk Sunter Utara,” terang Suwandi, merespon pesan yang disampaikan melalui WhatsApp, Rabu, 29/4/2026.

Ia menjelaskan saat ini telah menurunkan alat berat untuk aktivitas penanganan lumpur saluran dan kali, di sekitar lokasi tersebut.

“Per hari Senin 27 April 2026 kemarin kami sudah menurunkan alat berat sebanyak 2 unit dan mulai melakukan pengerukan pada keesokan harinya. Namun nampaknya pekerjaan pengerukan akan terhambat oleh adanya pedagang-pedagang tanaman hias yang baru menempati bantaran kali sekitar 2-3 minggu yang lalu, bantaran kali tersebut merupakan akses satu-satunya bagi kami untuk melakukan pengerukan,” papar Kasudin SDA Jakarta Utara itu.

Menurutnya, pedagang tanaman hias tersebut bukan hanya menutup akses untuk pemeliharaan kali tapi juga menutup drainase jalan, sehingga berpotensi banjir/genangan pada area tersebut.

“Nah jangan sampai Saluran Inlet III ini juga tertutup seperti inlet-inlet yang lain sehingga sulit untuk dilakukan pemeliharaan. Untuk itu, hal ini telah dilakukan koordinasi di tingkat kota,” jelasnya
(min/r/as)

Kabar Terbaru