Pemkot Jakut Sosialisasikan Pemotongan Hewan Kurban

Headline, Metropolitan3345 Dilihat
Pemkot Jakut Sosialisasikan Pemotongan Hewan Kurban 1
Syamsudin Lologau.

JAKARTA, kabarSBI.com – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara (Pemkot Jakut), Kamis (9/8), menggelar sosialisasi tata cara pemotongan hewan kurban bagi panitia pemotongan hewan kurban di Ruang Bahari lantai 14 kantor Wali Kota, Jl Yos Sudarso, Tanjung Priok.

Kegiatan yang digagas Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara ini, diikuti 100 orang perwakilan pengurus dan panitia kurban dari 50 masjid di enam kecamatan se Jakarta Utara dan dibuka langusng oleh Wali Kota, Syamsudin Lologau .

Syamsudin mengatakan, kegiatan ini bertujuan agar pelaksanaan kurban bisa sesuai dengan kaidah syariat dan tetap menjaga higienitas serta kesehatan.

“Yang berbeda tahun ini bertepatan perhelatan Asian Games. Makanya sedari awal kita sosialisasikan ada wilayah yang harus steril,” ujarnya, Kamis (9/8/2018).

Dijelaskan Syamsudin, dampak kawasan yang harus steril yakni tidak dapat menggelar pemotongan dan penampungan hewan kurban. Walau demikian, masyarakat di wilayah yang terdampak memahami dan mendukung.

Hewan sapi kurban, di Sunter, Jakarta Utara. (dok)

Kepala Sudin KPKP Jakarta Utara, Rita Nirmala menjelaskan, materi sosialisasi di antaranya terkait teknis pemotongan yang tepat, higienitas dan kehalalan. Sosialisasi menghadirkan pemateri dari FKH UI dan MUI Jakarta Utara.

“Setelah sosialisasi kita berikan bantuan terpal alas 40 meter, sarung tangan, masker, pisau dan alat pengasah bagi tiap masjid,” katanya.

Terkait wilayah terdampak zona surveillanceequestrian park sejauh radius satu kilometer, Rita menjelaskan, wilayah terdampak hanya meliputi Kecamatan Kelapa Gading. Dari hasil pendataan dan validasi, ada tiga masjid dan dua musala yang tidak menggelar penampungan serta pemotongan hewan kurban.

Menurut Rita, pihaknya pun sudah dua kali menggelar sosialisasi di wilayah Kecamatan Kelapa Gading dengan menghadirkan masyarakat, tokoh agama dan stakeholder terkait lainnya. Hasilnya, para pengurus masjid, musala, tokoh masyarakat dan tokoh agama mendukung sterilisasi untuk menyukseskan Asian Games.

“Ada pengurus yang tidak mengadakan dan ada yang langsung menyalurkan ke lokasi lain. Bila ada pedagang di area steril kita akan koordinasikan penindakan ke instansi terkait,” tandasnya. (majid/r/as)