
Data yang ditampilkan situs Pikobar memicu kegelisahan dan kekhawatiran di masyarakat Pangandaran tentunya, untuk itu Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari sosok yang dikenal memiliki latar belakang dunia kesehatan ini menghimbau masyarakat agar tetap tenang, namun selalu waspada dengan menjaga kebersihan serta pola hidup sehat dan juga jangan mudah panik.
“Pemkab Pangandaran telah memerintahkan Dinas Kesehatan untuk mengkonfirmasi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat tentang adanya kekeliruan status terhadap dua orang dalam rilis pikobar tersebut untuk segera direvisi bahwa statusnya masih Orang Dalam Pemantauan (ODP) ” Ujar H. Adang
Menurut H. Adang Hadari dengan perubahan status terhadap kedua warganya itu akan mampu meredam kegelisahan juga asumsi lain di kalangan masyarakat.
“Sekaligus ini informasi untuk dipahami warga agar jangan cepat panik bahwa status Orang Dalam Pemantauan(ODP) dalam peta sebaran pikobar berwarna biru artinya tidak sakit tapi pergerakannya di monitor, sedang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berwarna kuning artinya dirawat di rumah sakit tapi belum tentu positif Covid-19, dan warna merah artinya positif Covid-19 tentu akan ditindak lanjuti dengan isolasi” H. Adang menjelaskan.(rahman/hat)