
Pembahasan menekankan pentingnya pengelolaan kawasan hutan yang tidak hanya berorientasi pada perlindungan dan kelestarian, tetapi juga mampu membuka ruang ekonomi yang legal, produktif, dan berkelanjutan bagi masyarakat. Potensi HHBK dinilai dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi bernilai tambah apabila didukung kelembagaan Kelompok Tani Hutan (KTH) yang kuat, pendampingan yang memadai, kepastian kerja sama, serta akses pasar.
Ketua Umum GEMA PS, Rozikin alias Beledek, menyampaikan pentingnya memperkuat posisi KTH agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima program, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam pengelolaan potensi ekonomi kehutanan.
Menurutnya, akselerasi skema PKS diperlukan agar kelompok masyarakat memperoleh arah dan kepastian dalam menjalankan kegiatan pemanfaatan potensi hutan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, pemberdayaan masyarakat dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian kawasan hutan.
Didampingi Sekjen GEMA PS Roso Prasojo, Rozikin juga menekankan perlunya sinergi yang lebih konkret antara pemerintah, KTH, organisasi masyarakat, dan para pemangku kepentingan lainnya. Akselerasi PKS diharapkan tidak berhenti pada proses administratif, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program nyata yang memberikan kepastian, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Sementara itu, Bang Onte menempatkan pemberdayaan masyarakat sebagai salah satu bagian penting dalam membangun tata kelola kehutanan yang seimbang. Pemanfaatan HHBK, sepanjang dilaksanakan berdasarkan ketentuan hukum dan prinsip kelestarian, dapat menjadi salah satu instrumen untuk mempertemukan kepentingan menjaga hutan dengan kebutuhan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pertemuan tersebut juga membahas peluang pengembangan berbagai potensi HHBK menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Namun, setiap kegiatan tetap harus berada dalam koridor hukum, memperhatikan daya dukung lingkungan, serta mengedepankan transparansi dan akuntabilitas agar program pemberdayaan masyarakat benar-benar memberikan manfaat dan tidak bergeser menjadi eksploitasi sumber daya hutan.
Pertemuan antara Bang Onte bersama Ketum GEMA PS Rozikin alias Beledek, didampingi Sekjen GEMA PS Roso Prasojo, menjadi bagian dari upaya mendorong penguatan KTH, percepatan skema PKS, serta optimalisasi potensi HHBK dalam agenda pemberdayaan masyarakat.
Pesan yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah pentingnya menjaga keseimbangan antara kelestarian hutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Setiap skema kerja sama diharapkan dapat dilaksanakan secara legal, transparan, terukur, dan berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat sekitar kawasan hutan.
(tim/red)