
JAKARTA, kabar SBI.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UIP JBB) melalui Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Barat 3 (UPP JBB 3) kembali memperkuat keandalan sistem kelistrikan nasional melalui keberhasilan energize proyek Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kilo Volt (kV) Muara Tawar – Bay Line Cawang Diameter 7 Relokasi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tingga (SUTET) 500 kV Muara Tawar–Cawang dan _Cut Off_ OHL Cawang Diameter 7 pada Senin, 19 Januari 2026 pukul 12.00 WIB.
Proyek ini berlokasi di area GITET 500 kV Muara Tawar, Kecamatan Cilincing, Kota Jakarta Utara. Pekerjaan yang dilakukan merupakan proses penataan ulang (reposisi) jalur transmisi di dalam gardu induk, yaitu memindahkan konfigurasi dari Diameter 1 sebagai jalur lama ke Diameter 7 yang merupakan jalur baru. Penataan ini bertujuan membentuk konfigurasi jaringan yang lebih rapi, aman, dan andal, sekaligus mendukung pengembangan sistem transmisi ke depan.
Keberadaan GITET 500 kV Muara Tawar dan jalur transmisi Muara Tawar–Cawang berperan penting dalam menopang pasokan listrik di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Jaringan ini terhubung dengan sistem transmisi 500 kV yang menerima pasokan dari berbagai pembangkit besar di Jawa, salah satunya Pemvbngkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Tawar, serta pembangkit lain dalam sistem Jawa-Bali.
Kasirun selaku Manager PLN UPP JBB 3 menjelaskan bahwa keberhasilan energize ini bukan tanpa tantangan. Reposisi empat diameter pada sistem transmisi 500 kV yang menjadi tulang punggung pasokan listrik Jabodetabek memiliki tingkat kompleksitas tinggi dan sangat dipengaruhi oleh kondisi lapangan, termasuk cuaca. Pekerjaan ini harus melalui sekitar 20 kali siklus pemadaman yang dijalani siang dan malam dengan perencanaan yang sangat cermat agar tidak mengganggu keandalan sistem.
“Proses reposisi membutuhkan sekitar 20 kali siklus pemadaman yang dijadwalkan secara ketat agar tidak mengganggu keandalan sistem secara keseluruhan. Tantangan non-teknis juga muncul, seperti keterbatasan akses lokasi dan kebutuhan akan tenaga kerja yang kompeten. Seluruh tantangan tersebut diatasi melalui persiapan matang, koordinasi dan kolaborasi lintas unit, serta pengawasan berlapis,” jelas Kasirun.
Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi UIP JBB bersama PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB), PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali), PLN Kantor Pusat, PLN Pusat Sertifikasi, PLN Pusat Manajemen Proyek, serta seluruh pelaksana pekerjaan. Sinergi lintas unit menjadi kunci dalam menghadirkan sistem transmisi yang semakin andal bagi Jakarta dan sekitarnya.
General Manager PLN UIP JBB, Yasir, menegaskan bahwa proyek ini memiliki peran strategis dalam sistem kelistrikan nasional.
“Keberadaan GITET 500 kV Muara Tawar dan jalur transmisi Muara Tawar–Cawang memiliki peran kunci dalam menjaga ketahanan sistem kelistrikan Jabodetabek. Proyek ini menjadi bagian penting dalam penyempurnaan jaringan 500 kV Jakarta agar lebih fleksibel, andal, dan siap menghadapi pertumbuhan kebutuhan energi di masa depan,” ujar Yasir.
Yasir menambahkan bahwa selain meningkatkan keandalan, proyek ini juga mendorong penggunaan produk dalam negeri dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 61,04 persen.
“Pembangunan infrastruktur kelistrikan tidak hanya menghadirkan listrik yang andal, tetapi juga memberi manfaat bagi industri nasional melalui pemanfaatan komponen dalam negeri,” tambahnya.
Dengan beroperasinya GITET 500 kV Muara Tawar – _Bay Line_ Cawang Diameter 7, PLN UIP JBB memperkuat fondasi sistem transmisi utama di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Penguatan jaringan transmisi ini menjadi langkah nyata PLN dalam memastikan pasokan listrik yang stabil bagi masyarakat, dunia usaha, dan industri, sebagai penopang aktivitas ekonomi hari ini dan masa depan.
(amin/r/as)