oleh

Polda Sulsel Sudah Kumpulkan 8 Data Antemortem Keluarga Korban KM Ladang Pertiwi 02

-Daerah, Hukum-503 Dilihat

Polda Sulsel Sudah Kumpulkan 8 Data Antemortem Keluarga Korban KM Ladang Pertiwi 02 1SULSEL, kabarSBI.com – Pengumpulan data antemortem keluarga korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Ladang Pertiwi 02 telah dilakukan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel).

Saat ini sudah delapan data antemortem keluarga korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Ladang Pertiwi 02 berhasil dikumpulkan. Sementara 18 orang penumpang masih dalam proses pencarian.

Ketua Tim DVI Biddokes Polda Sulsel, Kombes Pol. Yusuf Mawadi mengatakan pihak ke polisi an sudah membentuk posko DVI di Pelabuhan Paotere Makassar. Sejak posko tersebut dibuka, baru delapan data antemortem keluarga korban tenggelamnya KM Ladang Pertiwi 02.

“Jumlah data keluarga antemortem yang sudah melapor ke kita itu total delapan. Data antemortem itu tentang korban,” terang Perwira Menengah Polda Sulsel, Rabu (01/06/22).

Ketua Tim DVI Biddokes Polda Sulsel mengaku hingga hari kelima pencarian, sudah 32 orang ditemukan. Dari jumlah tersebut 31 ditemukan dalam kondisi selam

Kombes Pol. Yusuf Mawadi mengaku hingga hari kelima pencarian, sudah 32 orang ditemukan. Dari jumlah tersebut 31 ditemukan dalam kondisi selamat, sementara satu orang meninggal dunia.

“Informasi kami terima sekitar kejadian memang ditemukan seorang (jasad) perempuan sudah ditemukan oleh keluarga. Namun tim tetap berkoordinasi dalam sekitar TKP bagaimana kondisinya si korban itu apakah perlu identifikasi atau proses DVI,” tuturnya.

mengaku meski ada pihak keluarga korban menolak jenazah dibawa ke Makassar untuk diidentifikasi, pihaknya tidak mempermasalahkan. Ia mengaku proses identifikasi bisa dilakukan dengan banyak cara, termasuk dengan menggunakan media elektronik.

Ketua Tim DVI Biddokes Polda Sulsel mengatakan meski ada pihak keluarga korban menolak jenazah dibawa ke Makassar untuk diidentifikasi, pihaknya tidak mempermasalahkan. Ia mengaku proses identifikasi bisa dilakukan dengan banyak cara, termasuk dengan menggunakan media elektronik.(red)

Kabar Terbaru