PSHT Ranting Kalisat Gelar Ujian Kenaikan Sabuk Prapolos ke Polos, Teguhkan Disiplin dan Nilai Persaudaraan

Daerah, Sosial28 Dilihat

PSHT Ranting Kalisat Gelar Ujian Kenaikan Sabuk Prapolos ke Polos, Teguhkan Disiplin dan Nilai Persaudaraan 1JEMBER, kabarSBI.com – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Kalisat kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi pesilat yang berkarakter melalui pelaksanaan Ujian Kenaikan Sabuk Prapolos ke Polos. Kegiatan yang berlangsung tertib, penuh semangat, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan itu dipimpin langsung oleh Ketua Ranting Kalisat, Kang Mas Fauzen, didampingi jajaran pelatih Kang Mas M. Andi Irawan, Kang Mas Husen Asnawi, dan Kang Mas Dwi Prasetyo, Sabtu, 18 Juli 2026.

Ujian kenaikan sabuk merupakan bagian penting dari proses pendidikan di lingkungan PSHT. Lebih dari sekadar tahapan administratif, kegiatan tersebut menjadi tolok ukur kemampuan teknik, ketahanan fisik, kesiapan mental, serta kedewasaan sikap setiap siswa. Seluruh peserta dituntut menunjukkan hasil pembinaan yang telah ditempuh selama menjalani latihan secara berkelanjutan.

Ketua Ranting Kalisat, Kang Mas Fauzen, menegaskan bahwa setiap jenjang yang dilalui harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pribadi. Menurutnya, seorang pesilat tidak hanya dituntut memiliki kemampuan bela diri, tetapi juga wajib menjunjung tinggi etika, disiplin, rasa hormat kepada sesama, serta mampu menjadi teladan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Pelaksanaan ujian dipandu secara langsung oleh para pelatih, yakni Kang Mas M. Andi Irawan, Kang Mas Husen Asnawi, dan Kang Mas Dwi Prasetyo. Berbagai aspek menjadi bahan penilaian, mulai dari penguasaan teknik dasar, ketahanan fisik, kesiapan mental, hingga pemahaman terhadap ajaran dan falsafah Persaudaraan Setia Hati Terate yang selama ini menjadi landasan pembentukan karakter setiap siswa.

Suasana ujian berlangsung khidmat namun tetap penuh semangat. Para peserta mengikuti setiap tahapan dengan disiplin dan tanggung jawab tinggi, mencerminkan hasil pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis, tetapi juga pada pembentukan kepribadian yang santun, rendah hati, dan memiliki jiwa persaudaraan yang kuat.

Melalui kegiatan tersebut, PSHT Ranting Kalisat terus memperkuat perannya sebagai organisasi pencak silat yang konsisten membina generasi muda agar memiliki karakter, integritas, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai persaudaraan yang ditanamkan diharapkan mampu menjadi bekal bagi setiap siswa untuk memberikan kontribusi positif bagi lingkungan, menjaga persatuan, serta menjauhkan diri dari segala bentuk tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur organisasi.

Dengan terselenggaranya Ujian Kenaikan Sabuk Prapolos ke Polos ini, PSHT Ranting Kalisat berharap lahir pesilat-pesilat yang tidak hanya tangguh dalam kemampuan bela diri, tetapi juga memiliki moralitas, loyalitas, dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Semangat “Memayu Hayuning Bawana” terus menjadi pedoman dalam mencetak insan yang mampu menjaga kehormatan organisasi sekaligus mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

 

(TIM/red)