JAKARTA, kabarSBI.com – Pimpinan Redaksi Sahabat Bhayangkara Indonesia (Kabarsbi.com), Agung Sulistio, secara terbuka mengungkapkan pengalaman hidup yang mengubah pandangannya soal harta dan prioritas keluarga. Ia mengakui bahwa kejayaan finansial pernah membuat dirinya lalai, bahkan mengabaikan perhatian terhadap orang-orang terdekatnya.
Kesadaran itu hadir ketika ia mengalami sakit yang cukup serius. Agung menyebut kondisi tersebut menjadi pukulan yang menghancurkan rasa percaya dirinya terhadap kekuatan materi.
“Saat sakit, yang ada di samping kita bukan uang, tapi istri dan anak yang menjaga tanpa pamrih,” tegas Agung, mengkritik pola pikir yang sering mengukur kesuksesan dari harta.
Menurutnya, sakit membuka fakta bahwa manusia tidak memiliki kekuatan apa pun tanpa kesehatan. Ia menilai bahwa uang hanya berguna ketika tubuh sehat, sementara ketika sakit, materi tidak lebih dari sekadar angka.
“Kesehatan dan cinta keluarga jauh lebih berharga daripada harta. Itu tidak bisa dibeli,” ujarnya.
Agung juga menekankan bahwa manusia sering lupa bahwa segala kepemilikan hanyalah titipan Tuhan. Ia menyebut ujian hidup kerap dipakai sebagai peringatan agar tidak terjerat kesombongan dunia. “Allah bisa mengambil semuanya kapan saja,” kata dia, mengingatkan pentingnya rendah hati di tengah kesuksesan.
Di akhir pesannya, Agung meminta agar masyarakat tidak menunggu sakit atau kehilangan sebelum menghargai keluarga. Ia menegaskan bahwa kesuksesan tanpa kehadiran keluarga justru membuat manusia jatuh dalam kemiskinan batin. “Jangan tunggu terlambat untuk menyadari siapa yang benar-benar berharga,” tutupnya.
(red)




