Sampah Kolong Tol Kembali Menggunung, Kasudin LH: Pengelola Tol Tak Serius

Headline, Metropolitan1175 Dilihat
Sampah Kolong Tol Kembali Menggunung, Kasudin LH: Pengelola Tol Tak Serius 1
Petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Utara membersihkan gundukan sampah di kolong Tol Wiyoto-Wiyono.

JAKARTA, kabarSBI.com – Ratusan petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Utara membersihkan gundukan sampah di kolong Tol Wiyoto-Wiyono, RW 08 Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Gundukan sampah tersebut merupakan kali kedua pasca pembersihan pada April-Mei 2018 yang sempat menghebohkan itu.

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Slamet Riyadi meminta pengelola Tol Wiyoto-Wiyono agar lebih serius dalam membantu menangani sampah di kolong Tol.

“Gundukan sampah di lokasi ini kembali menggunung pasca pembersihan pada April-Mei 2018 lalu. Sebabnya, tidak adanya koordinasi pengelola jalan tol terkait pembersihan sampah,” kata Slamet, kepada wartawan di lapangan setempat, Senin (14/1/2019).

Ia menegaskan, pembersihan dilakukan selama satu pekan kedepan. Hingga siang ini menurutnya petugas sudah membersihkan sekitar 100 meter kubik.

“Tahun lalu saja kita mengangkut sampah di sini sampai 1.644 ton,” aku Slamet.

Dijelaskannya, 200 petugas dan 30 unit gerobak motor diturunkan dalam kegiatan tersebut. Truk sampah tidak memungkinkan digunakan lantaran sempitnya lokasi gundukan sampah. Sampah diangkut menuju Tempah Pembuangan Sementara (TPS) Waduk Cincin, untuk nantinya diangkut ke Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.

“Seperti tahun lalu, kita tidak dapat menunjang truk sampah ke sini. Lokasinya sempit jadi hanya pakai gerobak motor,” jelasnya.

Pantauan situs ini kendaraan alat berat Dinas terkait tak dapat masuk ke lokasi titik sampah karena tiadanya akses. Warga setempat mengatakan akses jalan tertutup dengan adanya bangunan masjid di kolong tol RW 07 Papanggo.

“Dulu sebelum ramai berita pada bulan April atau Mei 2018, masalah sampah disini dapat ditangani oleh alat berat, truk juga bisa masuk dari Jalan Warakas Gg 21. Kalau sekarang truk saja mana mungkin bisa masuk karean aksesnya tertutup halaman masjid. Menurut saya yang menggas atau membangun masjid di kolong tol kurang mempertimbangkan lingkungan,” tanya pria yg enggan disebut namanya itu. (suryo/r/as)