
Dalam siaran pers resmi yang diterima redaksi pada Selasa (14/4/2026), Barikade Gus Dur menilai polemik yang berkembang lebih banyak dipicu oleh perbedaan penafsiran atas pernyataan yang beredar luas di masyarakat, khususnya akibat potongan informasi yang tidak utuh.
Organisasi tersebut juga menyoroti klarifikasi dari pihak perwakilan Jusuf Kalla yang menyebutkan bahwa pernyataan tersebut telah mengalami pemotongan pada bagian tertentu, sehingga berpotensi menggeser makna dan substansi yang sebenarnya ingin disampaikan.
Sekretaris Jenderal DPP Barikade Gus Dur, Pasang Haro Rajagukguk, menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas nasional di tengah dinamika yang berkembang. Ia mengingatkan bahwa reaksi berlebihan tanpa pemahaman utuh justru dapat memperkeruh suasana.
“Seluruh pihak diharapkan dapat menahan diri serta mengedepankan klarifikasi dan perdamaian sebagai sesama anak bangsa,” tegasnya, menekankan pentingnya pendekatan yang bijak dan proporsional dalam menyikapi perbedaan pendapat.
Lebih lanjut, Barikade Gus Dur mengimbau masyarakat agar tidak tergesa-gesa menempuh jalur hukum tanpa didukung bukti yang kuat dan konkret. Mereka mendorong komunikasi yang santun, memperkuat silaturahmi, serta menjaga persatuan di tengah tekanan dinamika global yang turut memengaruhi stabilitas nasional.
Menutup pernyataannya, Barikade Gus Dur mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan kebersamaan sebagai fondasi utama menghadapi berbagai tantangan, seraya berharap Indonesia senantiasa berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa.
(djutari-red)